
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong perusahaan teknologi Indonesia terus menciptakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri, menghasilkan nilai tambah, dan menembus pasar global.
Teuku Riefky yang juga Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menilai perkembangan McEasy menjadi salah satu contoh perusahaan teknologi Indonesia yang menghadirkan inovasi untuk memperkuat ekosistem mobilitas, transportasi, dan logistik.
“Indonesia memiliki talenta, pasar, dan kebutuhan industri yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi inovasi teknologi, seperti yang ditunjukkan oleh McEasy. Tantangannya adalah memastikan inovasi tersebut terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, mampu dikomersialisasikan, dan pada akhirnya dapat bersaing di pasar global,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Riefky menilai capaian perusahaan teknologi nasional menunjukkan adanya kapasitas untuk membangun produk yang menjawab kebutuhan industri sekaligus memperoleh kepercayaan pasar dan investor.
McEasy Raih Pendanaan Seri B 9 Juta Dolar AS
Sejak berdiri pada 2017, McEasy memperoleh pendanaan Seri B senilai 9 juta dolar AS dari perusahaan modal ventura berbasis Singapura, Integra Partners, dengan fasilitas growth debt dari InnoVen Capital.
Perusahaan tersebut sebelumnya memperoleh pendanaan Seed dan Seri A dari East Ventures serta Granite Asia.
Teknologi McEasy telah digunakan sekitar 2.000 perusahaan dengan sistem yang mencatat sekitar 350 juta kilometer perjalanan kendaraan setiap bulan.
Co-Founder & CEO McEasy Raymond Sutjiono mengatakan pendanaan Seri B akan digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi analitik dan kecerdasan artifisial sekaligus memperluas bisnis ke pasar Asia Tenggara.
“Pendanaan ini memungkinkan kami beralih dari sekadar merekam menjadi mampu memprediksi, mengubah sembilan tahun data kendaraan menjadi model AI yang membantu operator armada mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, bukan hanya apa yang sudah terjadi,” ujar Raymond.
Kementerian Ekraf Kawal Inovasi hingga Komersialisasi
Kementerian Ekraf berkomitmen menjadi fasilitator dan pendamping bagi startup teknologi untuk memperkuat proses pengembangan inovasi menuju tahap komersialisasi.
Pendampingan tersebut diarahkan agar inovasi teknologi dapat berkembang menjadi produk dan bisnis yang berkelanjutan.
Kementerian Ekraf juga mendorong inovasi buatan Indonesia tidak berhenti pada tahap prototype, tetapi terus dikembangkan, dilindungi, dikomersialisasikan, dan diperluas ke pasar yang lebih besar.
- Penulis :
- Aditya Yohan




