HOME  ⁄  Ekonomi

Pengamat Dorong Investasi Infrastruktur Digital di Indonesia Menghasilkan Transfer Teknologi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pengamat Dorong Investasi Infrastruktur Digital di Indonesia Menghasilkan Transfer Teknologi
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Salah satu gedung pusat data yang sudah dibangun di Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja.)

Pantau - Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai pembangunan infrastruktur digital di Indonesia membutuhkan penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI), tetapi investasi tersebut harus menghasilkan transfer teknologi dan memperkuat kemampuan nasional.

"Investasi asing perlu diarahkan pemerintah agar menghasilkan transfer teknologi, peningkatan kompetensi SDM dan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia," kata Heru saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Heru, FDI dibutuhkan karena pembangunan pusat data atau data center dan infrastruktur digital memerlukan modal besar, teknologi maju, serta kemampuan operasional.

Namun, pemerintah dinilai tidak cukup hanya mengejar besarnya nilai investasi yang masuk karena kualitas dan dampak investasi terhadap perekonomian nasional juga perlu diperhatikan.

"Yang lebih penting adalah kualitas investasinya, seperti apakah membangun kapasitas baru, apakah menggunakan tenaga kerja lokal, melibatkan perusahaan Indonesia, membayar pajak di daerah, serta menciptakan ekosistem digital baru," ujar dia.

FDI Didorong Perkuat Kemampuan Nasional

Heru menilai investasi asing harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kemampuan nasional dan tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai lokasi pembangunan pusat data.

"FDI seharusnya menjadi pengungkit kemampuan nasional, bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai lokasi pembangunan gedung data center," katanya menambahkan.

Transfer teknologi, keterlibatan tenaga kerja dan perusahaan lokal, serta penciptaan ekosistem digital baru dinilai menjadi bagian penting dari manfaat investasi infrastruktur digital bagi Indonesia.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelumnya menawarkan peluang investasi pusat data di Indonesia kepada investor China dalam Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta pada Kamis (23/7/2026).

“Perkembangan data center atau pusat data menjadi salah satu peluang investasi yang sangat menjanjikan,” kata Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana dalam forum yang dihadiri perwakilan 27 perusahaan China tersebut.

Pasar Pusat Data Indonesia Diproyeksi Terus Tumbuh

BKPM yang mengutip Mordor Intelligence mencatat nilai pasar pusat data Indonesia mencapai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026.

Nilai pasar tersebut diproyeksikan terus meningkat menjadi 3,48 miliar dolar AS pada 2031 dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 13,71 persen.

Sementara itu, nilai pasar pusat data global diperkirakan tumbuh dari 386,71 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 684,39 miliar dolar AS pada 2031.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026