HOME  ⁄  Ekonomi

Kemendag Sebut Sentimen Global Mendorong Harga Patokan Ekspor Emas Naik 1,63 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendag Sebut Sentimen Global Mendorong Harga Patokan Ekspor Emas Naik 1,63 Persen
Foto: (Sumber :Pramuniaga menata emas di Galeri 24 Pegadaian Area Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/8/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan..)

Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut kondisi keuangan global mendorong harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) emas kembali meningkat pada periode kedua September 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan harga emas selama periode pengumpulan data tercatat naik sebesar 1,63 persen.

"Kenaikan HPE dan HR emas pada periode kedua bulan September 2026 dipicu pelemahan mata uang utama global, penurunan imbal hasil obligasi, dan pemotongan suku bunga acuan internasional," kata Tommy melalui keterangan di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

HPE Emas Naik Menjadi 144.469,49 Dolar AS per Kilogram

Kemendag menetapkan HPE emas sebesar 144.469,49 dolar AS per kilogram atau meningkat 1,63 persen dibandingkan periode pertama September 2026 sebesar 142.154,10 dolar AS per kilogram.

Harga referensi emas juga naik dari 4.421,49 dolar AS menjadi 4.493,51 dolar AS per troy ounce.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1817 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.

Keputusan Menteri Perdagangan tersebut berlaku untuk periode 15 hingga 30 September 2026.

Penetapan Harga Mengacu pada Data LBMA

HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data serta masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Penetapan harga dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, serta masukan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026