HOME  ⁄  Ekonomi

BI Kaltim dan Pemda Susun Peta Jalan Investasi 2026–2028 untuk Tarik Penanam Modal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BI Kaltim dan Pemda Susun Peta Jalan Investasi 2026–2028 untuk Tarik Penanam Modal
Foto: (Sumber :Kepala BI Kaltim Jajang Hermawan (kanan) bersama Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. ANTARA/HO-Humas BI Kaltim.)

Pantau - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) bersama pemerintah daerah se-Kalimantan Timur menyusun peta jalan penguatan investasi periode 2026–2028 untuk mempercepat realisasi penanaman modal berkelanjutan di wilayah tersebut.

Kepala BI Kaltim Jajang Hermawan mengatakan peta jalan tersebut menjadi pedoman bersama dalam menyiapkan berbagai aspek pendukung investasi.

"Peta jalan ini menjadi pedoman bersama, mencakup penyelesaian rencana tata ruang wilayah (RTRW), rencana detail tata ruang (RDTR), serta penyiapan proyek siap ditawarkan atau investment project ready to offer (IPRO)," ujar Jajang di Samarinda, Kamis (17/9/2026).

Peta Jalan Investasi Dibagi Tiga Tahap

Pelaksanaan peta jalan dibagi menjadi tiga tahap, yakni persiapan dan perencanaan pada 2026, pengembangan dan pelaksanaan pada 2027, serta pemantauan dan realisasi pada 2028.

Proyek yang telah memenuhi persyaratan dapat berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu tahapan yang telah ditetapkan.

Peta jalan telah disepakati melalui penandatanganan Komitmen Bersama Penguatan Sinergi dalam Mendukung Pelaksanaan Peta Jalan Regional Investor Relations Unit (RIRU) Kaltim 2026–2028 dalam High Level Meeting RIRU Kaltim 2026 di Kantor BI Kaltim, Rabu (16/9/2026).

Jajang menyebut stabilitas makroekonomi, kelayakan proyek, dan kepastian berusaha menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan penanam modal.

"Sementara RIRU berfungsi sebagai wadah koordinasi strategis untuk menyiapkan dan mempromosikan proyek unggulan, mengatasi hambatan investasi, serta menindaklanjuti minat yang telah ditunjukkan investor," ujarnya.

BI Kaltim juga berkomitmen mendukung penguatan investasi melalui penyediaan data ekonomi serta pengembangan portofolio proyek.

Sinergi tersebut diharapkan mendorong investasi yang memperkuat hilirisasi, mengembangkan sektor non-ekstraktif, serta memperluas peran UMKM dan usaha lokal di Kalimantan Timur.

Mahakam Investment Forum Digelar Oktober

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan RIRU yang melibatkan berbagai sektor dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota menjadi ruang strategis untuk membahas persoalan investasi.

Menurut dia, potensi investasi di Kalimantan Timur perlu dioptimalkan melalui penawaran proyek dengan status yang jelas sehingga memberikan kepastian sejak awal kepada calon investor.

"Langkah selanjutnya yang disiapkan adalah Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 pada Oktober mendatang, forum yang menjadi ajang mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor dari dalam maupun luar negeri," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026