HOME  ⁄  Ekonomi

Kebijakan Moneter AS Tekan Pergerakan Rupiah, Kurs Dibuka Melemah ke Rp17.739 per Dolar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kebijakan Moneter AS Tekan Pergerakan Rupiah, Kurs Dibuka Melemah ke Rp17.739 per Dolar
Foto: (Sumber :Arsip foto - Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym/pri..)

Pantau - Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (17/9/2026) dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi pasar global setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan melemah 43 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.739 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.696 per dolar AS.

“Pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter AS dan kondisi pasar global,” ucap Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Kenaikan Suku Bunga The Fed Dukung Dolar AS

The Fed pada Rabu (16/9/2026) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen di tengah inflasi AS yang masih berada di atas target.

Menurut Amru, keputusan tersebut memberikan dukungan terhadap dolar AS dan menjaga yield US Treasury pada level tinggi sehingga ruang penguatan rupiah masih terbatas.

Di sisi lain, Amru mengatakan penurunan harga minyak setelah meredanya kekhawatiran terhadap pasokan memberikan sedikit ruang bagi mata uang regional untuk bergerak lebih stabil.

Pergerakan rupiah juga tercermin dari JISDOR yang pada Rabu berada di Rp17.712 per dolar AS atau naik dari Rp17.687 per dolar AS sehari sebelumnya.

Pasar Pantau Kondisi Fiskal Domestik

Dari dalam negeri, perhatian pasar disebut masih tertuju pada kondisi fiskal dan stabilitas pasar keuangan, terutama kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah tekanan eksternal.

“Dengan kondisi tersebut, rupiah berpotensi bergerak volatil dan masih berada dalam tekanan dalam jangka pendek, dengan kisaran Rp17.650 - Rp17.800 per dolar AS. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh arah kebijakan The Fed, perkembangan yield US Treasury, serta sentimen terhadap kondisi fiskal domestik,” ungkap dia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026