HOME  ⁄  Ekonomi

Airlangga Pelajari Strategi Kanada Kembangkan Pusat Data untuk Perkuat Ekosistem AI Indonesia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Airlangga Pelajari Strategi Kanada Kembangkan Pusat Data untuk Perkuat Ekosistem AI Indonesia
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri sesi makan siang di sela rangkaian Canada Investment Summit 2026 di Toronto, Kanada, Kamis 17/9/2026 (sumber: Kemenko Perekonomian)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempelajari pendekatan Kanada dalam mengembangkan pusat data atau data center sebagai bagian dari pembangunan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) yang dinilai relevan bagi Indonesia.

Pembahasan strategi tersebut berlangsung dalam sesi makan siang bertajuk “Meningkatkan Skala Ekosistem AI dan Teknologi Kanada” di sela rangkaian Canada Investment Summit 2026 di Toronto, Kanada.

Airlangga menilai pengalaman Kanada dalam membangun kedaulatan data dan kapasitas komputasi dapat menjadi salah satu referensi bagi pengembangan ekosistem AI dan pusat data nasional.

“Pendekatan Kanada dalam membangun kedaulatan data dan komputasi ini relevan bagi Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan kesiapan energi dan kepercayaan publik sebagai fondasi pengembangan ekosistem AI dan data center nasional ke depan,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kanada Bangun Strategi AI dengan Tiga Pilar

Airlangga menjelaskan strategi AI Kanada dibangun berdasarkan tiga pilar utama, yakni kepercayaan publik atau trust, penciptaan peluang atau opportunity, serta kendali kedaulatan atau sovereign control.

Dalam pengembangan pusat data, Kanada telah menyusun kerangka kerja yang mempertimbangkan pelestarian lingkungan, investasi bagi komunitas di sekitar lokasi pembangunan, serta aspek kedaulatan data.

Kerangka pengembangan tersebut juga telah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan hyperscaler utama dunia.

Kanada turut memanfaatkan keunggulan infrastrukturnya berupa ketersediaan energi bersih dan gas alam dengan biaya relatif murah untuk mendukung kebutuhan energi pusat data.

Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan pusat data berkapasitas besar di Alberta, Ontario, dan Saskatchewan.

Menurut Airlangga, pendekatan Kanada menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur AI tidak hanya membutuhkan teknologi dan investasi, tetapi juga dukungan energi, tata kelola data, serta kepercayaan publik.

Kanada Siapkan Dana Ekuitas 500 Juta Dolar AS

Kanada juga menetapkan sejumlah target untuk meningkatkan adopsi AI di dalam negeri dengan menyasar sektor kesehatan, pendidikan, sumber daya alam, dan pertahanan.

Upaya meningkatkan adopsi teknologi tersebut didukung dana ekuitas senilai 500 juta dolar AS.

Peran sektor swasta turut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem AI Kanada, salah satunya melalui dana modal ventura OpenText yang diarahkan untuk membangun ekosistem AI lokal secara global.

Indonesia mengikuti forum tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas pengetahuan mengenai perkembangan kebijakan AI di tingkat global.

“Kehadiran Indonesia dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan strategis terkait perkembangan kebijakan AI global, sekaligus memperkuat basis pengetahuan dalam mendukung pengembangan ekosistem digital dan pusat data nasional,” jelas Airlangga.

Pengetahuan yang diperoleh dari forum tersebut diharapkan dapat memperkuat basis pengetahuan Indonesia dalam mendukung pengembangan ekosistem digital dan pusat data nasional.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026