HOME  ⁄  Ekonomi

Legislator DKI Dukung Pendanaan Alternatif agar Pembangunan LRT Jakarta Terus Berlanjut

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Legislator DKI Dukung Pendanaan Alternatif agar Pembangunan LRT Jakarta Terus Berlanjut
Foto: (Sumber :Sejumlah penumpang berada di dalam kereta LRT Jakarta Manggarai-Kelapa Gading di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sebesar delapan rupiah selama delapan hari hingga 23 September 2026 sebagai langkah sosialisasi kepada masyarakat untuk penggunaan transportasi massal tersebut. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj.)

Pantau - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendukung penggunaan sumber pendanaan alternatif untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta agar dapat terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik.

"Satu alternatif pembiayaan yang dapat digunakan adalah obligasi daerah yang bersumber dari pembiayaan non-APBD," kata Yuke Yurike di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Yuke juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pendanaan melalui Danantara.

"Pokoknya pembiayaannya non-APBD. Salah satu harapannya untuk obligasi. Makanya kita berharap banget kalau Pemerintah Pusat bisa bantu lewat Danantara," kata dia.

Menurut Yuke, dukungan pendanaan diperlukan agar pembangunan jaringan LRT Jakarta tidak berhenti di satu titik dan dapat dilanjutkan hingga terhubung dengan berbagai simpul transportasi.

Integrasi LRT dengan MRT hingga KRL

Yuke mengatakan integrasi antarmoda akan memudahkan masyarakat berpindah dari satu layanan transportasi publik ke layanan lainnya.

Integrasi tersebut dapat mencakup LRT, MRT, KRL, Transjakarta, JakLingko, hingga kereta cepat.

Menurutnya, konektivitas di kawasan strategis seperti Manggarai dan Dukuh Atas akan semakin memperkuat mobilitas masyarakat.

"Kalau itu semua sudah nyambung, enak banget pasti. Pasti juga orang lebih mau naik kereta," katanya.

Yuke optimistis target pengembangan jaringan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas pada 2028 dapat terealisasi.

Namun, ia menekankan pentingnya kepastian sumber pembiayaan agar pembangunan LRT tidak berhenti hanya sampai Manggarai.

"Kami berharap alternatif pembiayaan seperti obligasi bisa disetujui karena bisa menyelesaikan persoalan pembangunan supaya bisa jalan. Karena sayang kalau cuma sampai Manggarai," katanya.

Manggarai Dinilai Strategis sebagai Simpul Transportasi

Yuke mengatakan Manggarai memiliki posisi strategis karena telah menjadi titik pertemuan berbagai jalur kereta api.

Integrasi LRT di kawasan tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas menuju moda transportasi lainnya, termasuk kereta bandara dan MRT.

"Hub di Manggarai itu harus. Sekarang Manggarai sudah ke mana-mana jalurnya dari kereta api. Tinggal disambungkan dengan LRT," kata dia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026