
Pantau - Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat yang masih dalam pencarian di perairan Selat Sunda setelah dilaporkan hilang pada 7 September 2026.
Doa bersama yang disertai penyalaan lilin harapan tersebut berlangsung di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (17/9/2026) malam.
"Doa bersama ini disertai menyalakan lilin harapan sebagai bentuk dukungan kami di Sulsel terhadap rekan-rekan kami yang masih hilang dan kini dalam pencarian tim SAR," tutur Ketua IJTI Sulsel Andi Muhammad Sardi.
IJTI Ingatkan Protokol Keselamatan Jurnalis
Andi Muhammad Sardi mengatakan tim pencarian terus berjibaku hingga hari ke-10 untuk mencari keberadaan lima jurnalis yang bertugas meliput kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau bersama tiga awak kapal cepat tersebut.
IJTI Sulsel tetap berharap seluruh korban segera ditemukan dan keluarga mereka selalu diberikan kekuatan selama proses pencarian berlangsung.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya penerapan protokol keselamatan bagi jurnalis ketika menjalankan tugas peliputan bencana di darat, laut, maupun udara.
"Dari organisasi profesi, saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan teman-teman meliput bencana harus lebih mengutamakan 'safety protocol' atau mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam meliput sebuah bencana. Karena, tidak ada berita seharga nyawa," ucapnya.
Menurut dia, keamanan dan keselamatan harus dipertimbangkan secara matang ketika jurnalis mendapatkan penugasan meliput bencana dari perusahaan media.
Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kantor media, serta mitigasi medan dan pemetaan situasi juga diperlukan sebelum maupun selama proses peliputan.
Perusahaan pers juga dinilai perlu memperhatikan tingkat risiko ketika menugaskan jurnalis ke wilayah bencana, sementara jurnalis harus tetap mengedepankan kehati-hatian, kewaspadaan, dan keselamatan diri.
"Semoga ini bisa menjadi refleksi buat teman-teman melihat lebih dalam peristiwa itu. Kita mesti belajar dan mengambil kejadian ini sebagai sebuah pengalaman berharga, bagaimana melindungi diri saat meliput bencana. Kami berharap ke depannya sudah tidak ada peristiwa seperti ini lagi," ucapnya.
Delapan Korban Masih Dalam Pencarian
Doa bersama turut dihadiri Kapolresta Gowa Kombes Pol Muhammad Yusuf Usman bersama jajarannya, akademisi UMI Makassar Zakir Sabara, serta sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) Sulsel.
"Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan kita dan rasa belasungkawa terhadap saudara-saudara kita yang kemarin melaksanakan tugas peliputan erupsi Anak Gunung Krakatau, dan sampai mengorbankan jiwa dan raganya," tutur Muhammad Yusuf Usman.
Kapolresta Gowa turut mengingatkan jurnalis untuk mengutamakan keselamatan dan memperhatikan berbagai potensi bahaya ketika menjalankan tugas peliputan.
"Perhatikan keselamatan, dan tentu dapat kita melihat potensi bahaya yang dapat mengancam jiwa kapan saja saat menjalankan tugas liputan," katanya.
Hingga hari ke-10 pencarian, lima jurnalis yang belum ditemukan masing-masing M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga awak kapal yang juga masih dalam pencarian adalah Surahman selaku kapten atau nakhoda kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




