
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada perdagangan Jumat pagi (18/9/2026), mengikuti pergerakan positif bursa Asia dan global seiring meningkatnya harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
IHSG dibuka menguat 50,14 poin atau 0,78 persen ke posisi 6.512,57.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,41 poin atau 0,06 persen ke posisi 648,79.
IHSG Hadapi Area Resistance 6.511-6.523
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan pergerakan IHSG masih perlu memperhatikan sejumlah level teknikal.
“Apabila IHSG gagal bertahan di atas support 6.431-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.511-6.523, dilanjutkan 6.552-6.591 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai mereda seiring berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan meningkatnya harapan terhadap upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik.
Arab Saudi menargetkan pemulihan sekitar setengah kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari, sedangkan operasi penuh diperkirakan kembali dalam enam pekan.
Saudi juga mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui Selat Hormuz untuk mengurangi risiko gangguan.
China dilaporkan mendorong Iran membantu meredam kelompok Houthi setelah adanya permintaan dari Riyadh.
Saham Teknologi Ikut Menopang Pasar
Sentimen pasar turut membaik setelah investor mulai mengesampingkan kekhawatiran seusai keputusan The Fed dan kembali memperhatikan penurunan yield obligasi jangka panjang.
Penguatan saham teknologi juga menjadi penopang pergerakan pasar dan menunjukkan sektor tersebut kembali menjadi salah satu penggerak utama bursa.
- Penulis :
- Aditya Yohan




