
Pantau - UN Tourism menurunkan proyeksi pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) global sepanjang 2026 menjadi 1-2 persen dari proyeksi awal 3-4 persen pada Januari, seiring konflik di Timur Tengah dan kenaikan biaya perjalanan yang menekan pertumbuhan sektor pariwisata.
Berdasarkan edisi terbaru World Tourism Barometer, kunjungan wisman global hanya tumbuh 0,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada semester pertama 2026.
Sekitar 690 juta wisatawan tercatat melakukan perjalanan internasional selama periode tersebut atau bertambah sekitar 3 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kunjungan wisman sempat meningkat 2 persen pada kuartal pertama 2026, tetapi kemudian turun 1 persen pada kuartal kedua.
Pada Juni 2026, jumlah kunjungan wisman bahkan mengalami penurunan sebesar 3 persen secara tahunan.
Timur Tengah Catat Penurunan 22 Persen
Pertumbuhan kunjungan wisman berbeda di setiap kawasan dengan Afrika mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4 persen selama enam bulan pertama 2026.
Eropa mencatat pertumbuhan kunjungan wisman sebesar 3 persen, sedangkan Benua Amerika meningkat 2 persen.
Kunjungan wisman ke kawasan Asia dan Pasifik tumbuh 1 persen, tetapi jumlahnya masih berada 11 persen di bawah tingkat kunjungan pada 2019.
Sementara itu, Timur Tengah mengalami penurunan kunjungan wisman sebesar 22 persen akibat konflik yang berdampak langsung terhadap kawasan tersebut.
Sekretaris Jenderal UN Tourism Shaikha Al Nuwais mengatakan kondisi tersebut menunjukkan sektor pariwisata global sedang menghadapi tekanan.
“Data terbaru menunjukkan sektor ini sedang menghadapi tekanan nyata dan berupaya mencari jalan keluar. Pariwisata memang tidak berhenti tumbuh, namun pertumbuhan tersebut rapuh. Situasi di Timur Tengah telah memengaruhi destinasi-destinasi yang jauh di luar kawasan itu sendiri dan menjadi pengingat jelas bahwa, di dunia yang saling terhubung ini, ketahanan perlu dibangun di mana pun, bukan hanya saat krisis melanda,” kata Shaikha Al Nuwais.
Wisatawan Diperkirakan Cari Perjalanan Lebih Terjangkau
UN Tourism menyatakan proyeksi pertumbuhan yang telah direvisi akan bergantung pada durasi konflik serta dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi secara keseluruhan.
Tingginya harga dan ketidakpastian juga diperkirakan membuat wisatawan semakin mempertimbangkan aspek value for money dalam menentukan perjalanan.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong lebih banyak wisatawan memilih destinasi yang lebih dekat dari tempat asal atau beralih ke perjalanan domestik.
- Penulis :
- Aditya Yohan




