HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Perkuat Industri Halal dan Tembus Pasar Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Perkuat Industri Halal dan Tembus Pasar Global
Foto: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya turut membuka The 5th Summit of Halal-20 (H20) 2026, di Hotel Trans Jakarta, Depok, Jumat 18/9/2026 (sumber: Kementerian Ekonomi Kreatif)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong peningkatan peran ekonomi kreatif dalam memperkuat ekosistem industri halal melalui pengembangan produk bernilai tambah dan berdaya saing di pasar global.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan ekonomi halal memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut Riefky, keterkaitan tersebut terutama terlihat dalam upaya menciptakan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga memiliki identitas dan nilai tambah.

“Kami meyakini bahwa sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menyangkut isu kesehatan dan gaya hidup. Banyak pelaku industri kreatif yang berpeluang menembus pasar global dari sertifikasi halal Indonesia yang telah dikenal kredibel secara internasional,” kata Riefky.

Menurutnya, sertifikasi halal dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat daya saing produk ekonomi kreatif ketika memasuki pasar internasional.

Identitas dan Inovasi Perkuat Produk Kreatif

Dengan pendekatan tersebut, pelaku ekonomi kreatif tidak hanya menjadi bagian dari rantai pasok industri halal.

Pelaku ekonomi kreatif juga berpeluang menghasilkan produk bernilai tambah melalui kekuatan identitas, kreativitas, dan inovasi.

Peluang bagi industri kreatif semakin terbuka seiring besarnya nilai pasar ekonomi halal global.

Dalam forum H20 2026, Wakil Perdana Menteri Malaysia Datu’ Seri Ahmad Zahid Hamidi menyebut belanja konsumen Muslim pada enam sektor utama ekonomi syariah mencapai sekitar 2,6 triliun dolar AS pada 2024.

Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029.

Dari berbagai sektor ekonomi halal, makanan halal menjadi kontributor terbesar dengan nilai belanja lebih dari 1,33 triliun dolar AS pada 2024.

Potensi pasar halal global juga tidak hanya berasal dari sektor makanan.

Industri halal mencakup berbagai sektor lain, mulai dari farmasi, kosmetik, pariwisata, logistik, teknologi, hingga keuangan.

Luasnya cakupan tersebut membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk masuk ke berbagai mata rantai industri sekaligus mengembangkan produk dan layanan bernilai tambah.

Pengakuan Sertifikat Halal Buka Akses Pasar

Selain pengembangan produk, penguatan sertifikasi serta saling pengakuan standar halal antarnegara dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas akses menuju pasar internasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan saling pengakuan sertifikat halal antarnegara dapat mengurangi proses sertifikasi yang dilakukan secara berulang.

Saling pengakuan sertifikat halal juga dinilai dapat membuat rantai pasok menjadi lebih efisien.

Langkah tersebut sekaligus dapat membuka jalur yang lebih jelas bagi produsen kecil untuk memasuki pasar internasional.

Bagi sektor ekonomi kreatif, kondisi tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan skala usaha sekaligus membawa produk berbasis kreativitas Indonesia menuju pasar yang lebih luas.

Kemenekraf menilai penguatan hubungan antara ekonomi kreatif dan industri halal merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026