HOME  ⁄  Geopolitik

Lee Jae Myung Tegaskan Korea Selatan Tak Akan Kirim Pasukan Tempur ke Selat Hormuz

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Lee Jae Myung Tegaskan Korea Selatan Tak Akan Kirim Pasukan Tempur ke Selat Hormuz
Foto: Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung (sumber: BPMI Sekretariat Presiden)

Pantau - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan negaranya tidak akan mengirim pasukan tempur ke Selat Hormuz apabila pengerahan tersebut berpotensi menyeret Korea Selatan ke dalam konflik bersenjata di luar negeri.

“Harus saya tegaskan. Tidak akan ada pengerahan pasukan yang menyebabkan keterlibatan dalam konflik. Tidak akan ada keterlibatan atau partisipasi dalam perang,” kata Lee dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Jumat, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap.

Lee menegaskan Korea Selatan akan tetap mempertahankan prinsip untuk tidak terlibat dalam pertempuran.

Korea Selatan Tetap Pertimbangkan Pengamanan Pelayaran

Meski tidak akan terlibat dalam perang, pemerintah Korea Selatan tetap mempertimbangkan sejumlah langkah untuk melindungi kepentingan negaranya di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan strategis.

“Tidak akan ada pengerahan pasukan untuk terlibat atau melakukan intervensi dalam perang. Ini dapat saya tegaskan dengan jelas,” ungkap Lee.

Lee mengatakan Korea Selatan tetap memiliki kewajiban melindungi warga negaranya, kapal dagang, dan jalur pengangkutan minyak mentah.

“Seperti yang dilakukan negara-negara lain, Korea Selatan harus melindungi nyawa rakyat kami, kapal dagang, dan jalur pengangkutan minyak mentah. Ini juga jelas,” kata Lee.

Menurut Yonhap, Lee menyatakan Korea Selatan perlu menjalankan kegiatan pada tingkat minimum yang diperlukan untuk melindungi warga negara serta jalur pengangkutan minyak mentah.

Satuan militer Korea Selatan Cheonghae telah memperluas cakupan misinya di kawasan tersebut.

Pemerintah di Seoul saat ini sedang mengkaji kemungkinan memperkuat langkah-langkah yang telah dijalankan satuan tersebut.

“Benar bahwa kami sedang meninjau dan memikirkan cara untuk memperkuat langkah-langkah tersebut,” ujar Lee.

Sejumlah Aset Militer Masih Dikaji

Pernyataan Lee muncul ketika Korea Selatan sedang mempertimbangkan kemungkinan memberikan kontribusi dalam upaya menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Pertimbangan tersebut berlangsung di tengah tekanan dari Amerika Serikat agar Korea Selatan ikut berkontribusi dalam upaya pengamanan pelayaran.

Sejumlah aset dilaporkan sedang dipertimbangkan, termasuk pesawat patroli maritim, tim penjinak bahan peledak, serta sistem nirawak yang mampu mendeteksi dan membersihkan ranjau laut.

Namun, pemerintah Korea Selatan belum mengambil keputusan mengenai pengerahan aset-aset tersebut.

Selat Hormuz memiliki posisi penting bagi Korea Selatan karena menjadi salah satu jalur utama untuk memenuhi kebutuhan energi negara tersebut.

Konflik yang melibatkan Iran serta meningkatnya aktivitas kelompok Houthi Yaman di sekitar Selat Bab al-Mandab turut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan kelancaran pasokan minyak mentah.

Lee mengatakan Korea Selatan sempat mengalami kesulitan memperoleh minyak mentah pada awal konflik karena sejumlah kapal memilih menghindari perairan yang dianggap memiliki risiko keamanan tinggi.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026