HOME  ⁄  Nasional

TNI Terus Mengejar Anggota OPM yang Diduga Membunuh Sopir Travel Aris Sanda di Papua Pegunungan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

TNI Terus Mengejar Anggota OPM yang Diduga Membunuh Sopir Travel Aris Sanda di Papua Pegunungan
Foto: Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 19/9/2026 (sumber: ANTARA/Walda Marison)

Pantau - TNI memastikan terus mengejar anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang disebut terlibat dalam pembunuhan sopir travel bernama Aris Sanda di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengejaran dilakukan bersamaan dengan penguatan pengamanan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

"Kita terus melakukan penguatan pengamanan masyarakat, maupun pengejaran terhadap pelaku," ungkap Nas saat ditemui dalam pembukaan TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.

Menurut Nas, TNI saat ini berupaya memburu seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan terhadap Aris Sanda.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Nas mengatakan TNI juga tidak akan membiarkan masyarakat di Papua terpecah karena keberadaan kelompok separatis yang ingin keluar dari Republik Indonesia.

"TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara, komit mengamankan setiap jengkal tanah kita. Jangan sampai ada yang ingin keluar dari NKRI," tegas Nas.

Aris Sanda Disebut Dicegat Kelompok Bersenjata

Komando Operasi Habema TNI menyebut kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama sebagai pihak yang melakukan kekerasan terhadap Aris Sanda.

Aris ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang dalam kondisi terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika Aris membawa penumpang melalui jalur Wamena menuju Mbua pada Selasa, 15 September, sekitar pukul 06.00 WIT.

"Seorang pengemudi atas nama Aris Sanda alias Bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkap Wirya.

Menurut keterangan Wirya, saat kejadian Aris membawa sejumlah penumpang menggunakan mobil bak terbuka.

Dalam perjalanan, kendaraan yang dikemudikan Aris kemudian dicegat oleh kelompok bersenjata.

"Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang," kata Wirya.

Setelah pemeriksaan, para penumpang diminta kembali menuju Wamena, sedangkan Aris ditahan oleh kelompok tersebut.

Aris kemudian dibawa oleh kelompok tersebut dengan berjalan ke arah Danau Habema.

TNI Temukan Kendaraan Terbakar dan Jenazah Aris

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu, 16 September.

Dalam proses pencarian, tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah Aris.

"TNI Habema melaksanakan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," ungkap Wirya.

Personel selanjutnya mengevakuasi jenazah Aris dengan menerapkan prosedur pengamanan.

Menurut Wirya, penyebab pasti kematian Aris Sanda masih dalam proses penyelidikan.

Koops TNI Habema menyatakan akan mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut sekaligus memperkuat pengamanan di wilayah terkait.

"Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku, guna mencegah jatuhnya korban berikutnya serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Wirya.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026