
Pantau - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyoroti ancaman musim penghujan terhadap warga Gaza di tengah kondisi tempat tinggal yang dilaporkan berkisar dari kritis hingga katastropik.
Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (18/9/2026), OCHA mengatakan keluarga-keluarga di Gaza menghadapi kehancuran yang meluas, meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan, serta pembatasan akses dan masuknya pasokan kebutuhan dasar.
"Diperkirakan 1,2 juta orang, atau 58 persen dari populasi, menghadapi kondisi tempat tinggal yang berkisar dari kritis hingga katastropik," kata OCHA.
Hujan pertama musim ini mengguyur Gaza pada Jumat, sementara mitra kemanusiaan melaporkan lebih dari 65 persen keluarga yang telah mereka data tinggal di tenda atau tempat penampungan darurat.
Lebih dari separuh tempat penampungan tersebut dilaporkan berada dalam kondisi buruk atau sangat buruk.
Bangunan Rusak akibat Perang Kembali Runtuh
OCHA melaporkan bagian dari sebuah bangunan hunian yang rusak akibat perang di Kota Gaza runtuh pada Jumat.
Peristiwa tersebut menjadi insiden kedua runtuhnya bangunan di Gaza dalam satu pekan.
Tim darurat berhasil menyelamatkan anak-anak yang berada di bawah reruntuhan dan insiden tersebut dilaporkan hanya mengakibatkan luka ringan.
Insiden sebelumnya terjadi pada Rabu (16/9/2026) dan menurut OCHA menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk 11 anak.
PBB Salurkan Bantuan untuk Ribuan Keluarga
OCHA bersama mitra kemanusiaan telah menjangkau 200 rumah tangga dengan bantuan cepat selama sepekan terakhir.
Bantuan hunian rutin juga telah disalurkan kepada hampir 6.600 keluarga berupa ratusan tenda baru, terpal, peralatan dapur, lampu tenaga surya, alas tidur, dan selimut.
PBB kembali mendesak otoritas Israel menyetujui masuknya alat berat, oli mesin, bahan bangunan tahan lama, serta barang lain yang diperlukan untuk memperbaiki bangunan rusak.
Menurut PBB, pasokan tersebut diperlukan untuk membantu masyarakat Gaza memperoleh kondisi tempat tinggal yang lebih aman menghadapi musim penghujan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




