HOME  ⁄  Ekonomi

Kementan Perkuat Hilirisasi Peternakan Usai Swasembada Daging Ayam dan Telur

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementan Perkuat Hilirisasi Peternakan Usai Swasembada Daging Ayam dan Telur
Foto: (Sumber :Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Makmun berbicara dalam penyelenggaraan ILDEX Indonesia 2026 di Tangerang, Banten. ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat hilirisasi sektor peternakan setelah Indonesia mencapai swasembada daging ayam ras dan telur ayam ras sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, investasi, serta kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Makmun mengatakan capaian produksi peternakan nasional menjadi fondasi penting untuk membawa sektor tersebut ke tahap pembangunan berikutnya.

"Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk daging ayam dan telur ayam, sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan peternak," kata Makmun di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Makmun menyampaikan hal tersebut dalam penyelenggaraan ILDEX Indonesia 2026 di Tangerang, Banten, yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026.

Kegiatan itu mengusung tema "Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur."

Swasembada Jadi Titik Awal Penguatan Peternakan

Makmun mengatakan swasembada harus menjadi titik awal untuk meningkatkan produksi, produktivitas, investasi, hilirisasi, dan memperluas akses pasar.

"Swasembada bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk naik kelas. Kita harus terus meningkatkan produksi, produktivitas, investasi, hilirisasi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas," ujarnya.

Menurut Makmun, langkah tersebut diperlukan agar manfaat pembangunan sektor peternakan semakin dirasakan oleh peternak dan masyarakat.

Ia mengatakan pembangunan peternakan ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu membangun ekosistem usaha secara terintegrasi.

"Peternakan bukan hanya tentang produksi, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat peternak semakin kuat, industri berkembang, dan masyarakat mendapatkan akses protein hewani berkualitas," tambahnya.

Kementan juga terus mendorong transformasi subsektor peternakan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, pemanfaatan teknologi, penguatan investasi, serta hilirisasi.

Langkah tersebut diarahkan agar peningkatan produksi turut menghasilkan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi peternak dan masyarakat.

"Setelah membangun fondasi produksi dalam negeri, Indonesia perlu memperkuat produktivitas, teknologi, investasi, hilirisasi, dan akses pasar agar peternakan nasional semakin mandiri, modern, dan berdaya saing," ucap Makmun.

ILDEX Indonesia 2026 Hadirkan 192 Perusahaan

Makmun menyebut ILDEX Indonesia 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan sektor peternakan nasional dengan perkembangan teknologi dan inovasi dari berbagai negara.

Teknologi produksi, kesehatan hewan, pakan, manajemen usaha, hingga pengolahan hasil peternakan menjadi bagian dari perkembangan yang dapat dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan dalam negeri.

ILDEX Indonesia 2026 menghadirkan 192 perusahaan dari 22 negara yang terdiri atas 83 perusahaan Indonesia dan 109 perusahaan internasional.

"Kehadiran pelaku industri tersebut membuka ruang untuk memperluas jejaring usaha, pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, dan penjajakan investasi di sektor peternakan," kata Makmun.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026