HOME  ⁄  Ekonomi

Menaker Yassierli Sebut Transisi Hijau Buka Peluang Kerja Baru, Indonesia Targetkan 5,32 Juta Tenaga Kerja Hijau

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menaker Yassierli Sebut Transisi Hijau Buka Peluang Kerja Baru, Indonesia Targetkan 5,32 Juta Tenaga Kerja Hijau
Foto: (Sumber :Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan arahan pada acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026, di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Sabtu (19/9/2026). ANTARA/HO-Kemnaker RI..)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan transisi hijau membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia seiring berkembangnya kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Yassierli mengatakan perkembangan tersebut turut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi di sektor pekerjaan hijau atau green jobs.

“Karena itu, perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri,” kata Menaker dalam keterangannya yang diterima di Surakarta, Jawa Tengah, Senin, 21 September 2026.

Indonesia menargetkan jumlah tenaga kerja hijau mencapai sekitar 5,01 juta hingga 5,32 juta orang pada 2029.

Kendaraan Listrik hingga Energi Terbarukan Butuhkan Tenaga Terampil

Yassierli mengatakan kebutuhan tenaga kerja hijau akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin mengarah pada transisi hijau.

“Teknologinya berkembang, tenaga kerjanya juga harus kita siapkan. Jangan sampai teknologinya sudah tersedia, tetapi tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya belum siap,” katanya.

Menurut Yassierli, perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap produk dan teknologi baru, tetapi juga tenaga kerja dengan kompetensi khusus.

Kompetensi tersebut antara lain dibutuhkan untuk teknisi kendaraan listrik, instalasi tenaga surya, pengoperasian stasiun pengisian, pemeliharaan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Transisi hijau membutuhkan teknologi, investasi, dan yang paling penting, tenaga kerja yang kompeten,” ujar dia.

Pelatihan Vokasi Didorong Terhubung dengan Industri

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut, Yassierli menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja.

Industri perlu dilibatkan mulai dari penyusunan kurikulum dan penyediaan instruktur hingga pelaksanaan praktik kerja.

Keterlibatan industri juga mencakup proses sertifikasi serta penempatan lulusan setelah menyelesaikan pelatihan.

“Fokus kita jelas: peserta selesai pelatihan, kompetensinya diakui, kemudian bekerja atau berusaha,” kata Menaker.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026