HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.879 per Dolar AS, Investor Tunggu Keputusan RDG BI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.879 per Dolar AS, Investor Tunggu Keputusan RDG BI
Foto: (Sumber :Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS, terpengaruh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye.)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.879 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9/2026), seiring pelaku pasar bersikap wait and see menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.847 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pergerakan rupiah dipengaruhi sikap investor yang menunggu keputusan RDG BI.

"Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh domestik sikap wait and see pelaku pasar terkait keputusan RDG BI besok. Walaupun diperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan, namun beberapa negara cenderung sudah menaikkan suku bunga dan kekhawatiran melebarnya defisit neraca berjalan," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pasar Menanti Kebijakan Suku Bunga BI

Rully memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, bauran kebijakan BI melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), swap point, hingga intervensi di pasar obligasi masih cukup efektif menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek.

Di tingkat global, The Fed, Bank of Japan (BoJ), dan European Central Bank (ECB) disebut telah menaikkan suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 basis poin pada September 2026.

Rully juga menyoroti harga minyak yang masih berada pada level tinggi meski menunjukkan tren penurunan dan masih melampaui asumsi APBN sebesar 70 dolar AS per barel.

Harga Minyak Turun Lebih dari Dua Persen

Mengutip Anadolu, harga minyak turun lebih dari 2 persen pada Senin (21/9/2026) di tengah harapan dimulainya kembali perundingan AS-Iran dan pemulihan ekspor minyak mentah Arab Saudi.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November diperdagangkan pada 101,68 dolar AS per barel atau turun 2,12 persen dari penutupan sebelumnya sebesar 103,87 dolar AS per barel.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 2,32 persen menjadi 93,85 dolar AS per barel dari sebelumnya 96,08 dolar AS per barel.

Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, Rully memprediksi rupiah bergerak pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026