HOME  ⁄  Ekonomi

Gekrafs Jerman Gelar Forum Bisnis di Berlin, Perkuat Akses Ekonomi Kreatif Indonesia ke Pasar Eropa

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Gekrafs Jerman Gelar Forum Bisnis di Berlin, Perkuat Akses Ekonomi Kreatif Indonesia ke Pasar Eropa
Foto: Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gekrafs Jerman menggelar Forum Bisnis di Bunker West, Berlin sebagai upaya memperkuat jaringan ekonomi kreatif Indonesia di Eropa, khususnya menjelang implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) (sumber: Gekrafs)

Pantau - Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jerman menggelar Forum Bisnis di Bunker West, Berlin, Jerman, untuk memperkuat jaringan ekonomi kreatif Indonesia di kawasan Eropa menjelang implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Forum tersebut mempertemukan diaspora Indonesia, pelaku ekonomi kreatif, pengusaha Jerman, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan guna membuka peluang kerja sama Indonesia-Jerman.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Abdul Kadir Jailani turut menghadiri kegiatan tersebut bersama jajaran KBRI Berlin.

Atase Perdagangan Republik Indonesia di Jerman Febi Adrian juga terlibat dalam rangkaian kegiatan yang membahas peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Jerman.

Gekrafs Dorong Pelaku Kreatif Indonesia Bangun Jaringan Global

Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menjelaskan jaringan DPLN Gekrafs di berbagai negara diarahkan untuk mempertemukan talenta, karya, produk, dan peluang usaha Indonesia dengan mitra global.

Melalui jaringan tersebut, Gekrafs mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga memiliki akses terhadap mitra dan peluang kolaborasi internasional.

“Kami ingin para pelaku ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya tumbuh di dalam negeri, tetapi juga memiliki jaringan, mitra dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan pelaku kreatif dan dunia usaha dari berbagai negara,” ungkap Kawendra.

Ketua Koordinator Luar Negeri DPP Gekrafs Osco Olfriady Letunggamu menjelaskan Forum Bisnis di Berlin merupakan bagian dari aktivasi dan pembinaan DPLN Gekrafs untuk mempersiapkan jaringan ekonomi kreatif Indonesia di Eropa.

Gekrafs mempersiapkan infrastruktur organisasinya di luar negeri, khususnya negara-negara Eropa, agar pelaku ekonomi kreatif Indonesia telah memiliki jaringan dan pintu masuk ke pasar Eropa saat IEU-CEPA mulai diimplementasikan.

“Kami ingin mempersiapkan infrastruktur Gekrafs di luar negeri, khususnya di Eropa sehingga ketika implementasi IEU-CEPA berjalan. Pelaku ekonomi kreatif Indonesia sudah memiliki jaringan dan pintu masuk di negara-negara Eropa,” kata Osco.

Dalam rangkaian forum, Gekrafs bersama Atase Perdagangan RI di Jerman Febi Adrian turut membahas berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Jerman.

Kehadiran sejumlah pengusaha Jerman juga membuka ruang networking sekaligus penjajakan peluang kerja sama dengan pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Produk UMKM hingga Seni Budaya Indonesia Diperkenalkan

Forum Bisnis Gekrafs Jerman tidak hanya berfokus pada pembahasan peluang bisnis, tetapi juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni, budaya, dan musik untuk memperkenalkan kreativitas serta kebudayaan Indonesia.

Forum tersebut turut menghadirkan pop-up Indonesia yang menampilkan beragam produk Tanah Air, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penyelenggaraan forum diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia sekaligus membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha nasional menuju pasar global.

DPLN Gekrafs Jerman diharapkan berperan sebagai penghubung pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan pasar Eropa melalui akses informasi, pengembangan jejaring bisnis, peluang kolaborasi dan investasi, hingga dukungan distribusi produk.

“DPLN Gekrafs Jerman diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan pasar Eropa melalui akses informasi, jejaring bisnis, kolaborasi, investasi, dan distribusi,” ungkap Osco.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026