HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenaker Afriansyah Noor Ingatkan Masyarakat Pilih Jalur Resmi untuk Bekerja ke Luar Negeri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenaker Afriansyah Noor Ingatkan Masyarakat Pilih Jalur Resmi untuk Bekerja ke Luar Negeri
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat menghadiri kegiatan Penguatan Sinergitas Pelatihan, di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Selasa (22/9/2026). ANTARA/HO-Kemnaker RI.)

Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih jalur untuk bekerja ke luar negeri serta memastikan proses penempatan dilakukan secara resmi dan sesuai ketentuan.

Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026), meminta masyarakat tidak mudah tergiur bujuk rayu maupun tawaran gaji tinggi untuk bekerja di luar negeri.

“Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan Pemerintah Indonesia,” ujar Afriansyah.

Ia juga menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa asing bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja maupun mengikuti program magang di luar negeri.

Kemampuan Bahasa Asing Jadi Bekal Penting

Afriansyah mengatakan Jepang menjadi salah satu negara tujuan penempatan tenaga kerja Indonesia yang banyak diminati.

Menurut dia, peluang bekerja dan mengikuti program magang di Jepang harus diikuti kesiapan kompetensi serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang,” kata Afriansyah.

Ia mengatakan peserta magang ke Jepang perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan kemampuan bahasa sebelum diberangkatkan.

Bekal tersebut diperlukan agar peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan selama berada di Jepang.

Afriansyah juga menyebut Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai salah satu daerah dengan jumlah penempatan pekerja migran yang cukup tinggi.

Menurutnya, penguatan pelatihan di daerah seperti Banyuwangi penting untuk mempersiapkan tenaga kerja dengan kompetensi, keterampilan, dan kemampuan bahasa yang dibutuhkan.

Kemnaker Buka Pelatihan bagi 238 Peserta

Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 dan Non-Batch September 2026 yang diikuti 238 peserta dalam 13 program pelatihan di Banyuwangi.

Sebanyak 48 peserta mengikuti tiga program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4, sedangkan 190 peserta mengikuti 10 program pelatihan Non-Batch.

Tiga program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 meliputi Peracikan Minuman Kopi, Pengolahan Ikan, dan Pengoperasian Mesin CNC Bubut.

Program Non-Batch mencakup bidang pertanian, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, konten digital, pengolahan makanan, otomotif, hingga pengelasan.

Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banyuwangi juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis melalui Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026