HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Proyeksikan Penempatan 4.000 PMI ke Bulgaria pada 2027, Sektor Perhotelan Jadi Fokus

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Proyeksikan Penempatan 4.000 PMI ke Bulgaria pada 2027, Sektor Perhotelan Jadi Fokus
Foto: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin usai menghadiri resepsi memperingati Hari Kemerdekaan ke-118 Bulgaria sekaligus 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria di Jakarta, Senin 21/9/2026 (sumber: ANTARA/Asri Mayang Sari)

Pantau - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memproyeksikan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Bulgaria meningkat menjadi sekitar 4.000 orang pada 2027, terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor hospitality atau perhotelan dan layanan terkait.

Pekerja yang disiapkan untuk penempatan tersebut secara khusus banyak berasal dari Bali.

"Jumlah pekerja migran Indonesia untuk Bulgaria pada 2027 akan ditambah dan diperkirakan menjadi 4.000 pekerja untuk sektor hospitality. Khususnya yang berasal dari Bali," ungkap Mukhtarudin.

Pernyataan itu disampaikan Mukhtarudin setelah menghadiri resepsi peringatan Hari Kemerdekaan ke-118 Bulgaria sekaligus 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria di Jakarta pada Senin, 21 September 2026 malam.

Penempatan PMI Diproyeksikan Naik Empat Kali Lipat

Menurut Mukhtarudin, jumlah pekerja migran Indonesia yang ditempatkan di Bulgaria pada 2026 mencapai sekitar 1.000 orang.

Jika proyeksi 4.000 pekerja terealisasi pada 2027, jumlah penempatan PMI ke Bulgaria menjadi sekitar empat kali lipat dibandingkan 2026.

Pemerintah memilih Bulgaria sebagai salah satu negara tujuan penempatan PMI dengan mempertimbangkan kondisi kerja, perlindungan pekerja, jaminan sosial, tingkat gaji, dan keamanan.

Menurut Mukhtarudin, Bulgaria mempunyai perlindungan pekerja yang dinilai baik, jaminan sosial yang jelas, serta tingkat gaji yang tinggi bagi pekerja migran Indonesia.

Kondisi Bulgaria yang dinilai aman dari konflik juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memperluas penempatan PMI ke negara tersebut.

Sekitar 1.000 anak muda dari Bali yang terpilih untuk penempatan telah menjalani pelatihan selama enam hingga 12 bulan.

Pelatihan difokuskan pada bidang hospitality agar calon PMI mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di Bulgaria.

Setelah menjalani pelatihan selama enam hingga 12 bulan, para calon pekerja tersebut dinilai telah mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Pemerintah Bidik Pasar Kerja Asia dan Eropa

Selain Bulgaria, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membidik perluasan penempatan PMI ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa.

Perluasan negara tujuan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan geopolitik global yang turut berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mukhtarudin mengatakan pemerintah pada 2026 memprioritaskan negara tujuan dengan kondisi geopolitik yang dinilai baik.

"Untuk 2026, itu kita (pilih) negara-negara yang geopolitiknya bagus. Maka, target kita seperti Taiwan, Hong Kong, Korea, kemudian Jepang, Malaysia. Turki yang Eropa," ungkap Mukhtarudin.

Negara-negara di Asia yang menjadi target penempatan meliputi Taiwan, Hong Kong, Korea, Jepang, dan Malaysia, sedangkan Turki juga masuk dalam daftar negara tujuan.

Pemerintah turut membuka peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia ke sejumlah negara Eropa, antara lain Bulgaria, Hungaria, Slovakia, Italia, dan Albania.

Menurut Mukhtarudin, sejumlah negara Eropa mulai membuka peluang bagi tenaga kerja asal Indonesia.

Namun, kebutuhan tenaga kerja di setiap negara berbeda sehingga penempatan PMI perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kualifikasi yang diminta negara tujuan.

Dalam konteks Bulgaria, sektor hospitality menjadi salah satu bidang utama yang diproyeksikan menyerap pekerja migran Indonesia pada 2027.

Pemerintah menyiapkan calon PMI melalui pelatihan dan penyesuaian kompetensi dengan kebutuhan pasar kerja seiring rencana peningkatan penempatan dari sekitar 1.000 orang pada 2026 menjadi sekitar 4.000 orang pada 2027.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026