HOME  ⁄  Ekonomi

Wamendag Sebut Digitalisasi Pasar Rakyat Buka Akses Pedagang dan UMKM ke Konsumen Lebih Luas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamendag Sebut Digitalisasi Pasar Rakyat Buka Akses Pedagang dan UMKM ke Konsumen Lebih Luas
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam panel diskusi di acara FEKDI & IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (25/9/2026). (ANTARA/Fitra Ashar

Pantau - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan digitalisasi pasar rakyat membuka peluang bagi pedagang dan pelaku usaha untuk menjangkau konsumen lebih luas melalui sistem pembayaran digital dan kanal penjualan daring.

“Contoh bagaimana sih perdagangan di level masyarakat, di pasar rakyat, payment system online itu sudah masuk ke pasar-pasar. Untuk para pedagang selain mereka bisa berjualan seperti biasa gitu ya, tapi mereka juga bisa berjualan secara online. Sehingga mereka menyentuh jangkauan konsumen yang berbeda,” kata Dyah dalam diskusi panel FEKDI & IFSE 2026 di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Dyah, pemanfaatan teknologi di pasar rakyat menjadi bagian dari upaya menyesuaikan aktivitas perdagangan dengan perkembangan inovasi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Pada 2025, Kementerian Perdagangan bersama lintas instansi memberikan fasilitasi digital kepada sekitar 6.870 pasar rakyat dan lebih dari 300 ribu pedagang.

Ribuan Pasar Rakyat Didorong Masuk Ekosistem Digital

Fasilitasi tersebut mencakup sistem pembayaran daring serta pelatihan agar pedagang dapat memanfaatkan kanal penjualan online.

Digitalisasi dinilai dapat menciptakan efek pengganda bagi perekonomian karena teknologi tidak hanya digunakan untuk transaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha memperluas jangkauan perdagangan.

“Memang ini adalah sesuatu hal yang suka tidak suka, kita memang harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan harapannya ini juga bisa menciptakan multiplier effect yang tentunya dibutuhkan,” kata Dyah.

Kemendag juga mendorong pemanfaatan teknologi agar produk pelaku usaha Indonesia semakin dikenal di pasar internasional melalui platform InaExport.

Produk-produk Indonesia ditampilkan melalui platform online tersebut untuk membuka peluang menjangkau calon konsumen dan mitra di pasar global.

Upaya tersebut didukung perwakilan perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center di 33 negara.

UMKM Didorong Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Dyah menekankan perluasan akses pasar melalui teknologi harus diimbangi kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan.

Perkembangan teknologi yang berlangsung terus-menerus membuat masyarakat dan pelaku usaha perlu meningkatkan kemampuan agar dapat memanfaatkannya secara optimal.

Menurut Dyah, teknologi juga dapat membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjangkau pasar yang sebelumnya belum tersentuh sekaligus meningkatkan daya saing.

“Dan yang terpenting adalah bagaimana teknologi ini bisa semakin bermanfaat dan pada prinsipnya bisa mengantarkan kita untuk bisa mencapai target-target besar kita untuk menjadi negara yang pertumbuhan ekonominya juga semakin meningkat,” katanya.

Digitalisasi pasar rakyat dengan demikian tidak hanya diarahkan untuk mengubah sistem pembayaran, tetapi juga memperluas akses konsumen dan membuka peluang bagi pedagang serta UMKM untuk meningkatkan skala pasar.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026