
Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Blora 1, Jawa Tengah, menyiapkan 2.390 porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari untuk penerima manfaat di 18 sekolah dengan kandungan gizi dan keamanan pangan yang diperiksa sebelum didistribusikan.
Kepala SPPG Polres Blora 1 Denny Daniswara mengatakan menu disusun berdasarkan kebutuhan penerima manfaat dan direncanakan untuk satu pekan dengan variasi berbeda.
“Menu yang kami siapkan sudah dihitung kandungan gizinya, baik untuk porsi kecil maupun porsi besar. Menu juga sudah disiapkan untuk seminggu ke depan dengan memperhatikan menu cycle dan variasi makanan yang berbeda setiap pekannya,” kata Denny di Blora, Sabtu (26/9/2026).
Penyediaan makanan memperhitungkan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat yang disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
SPPG Polres Blora 1 mulai beroperasi pada 13 Oktober 2025 dan kini menyalurkan MBG kepada 2.390 penerima manfaat di 18 sekolah.
SPPG Siapkan Porsi Besar dan Kecil
Setiap hari SPPG menyiapkan sekitar 1.800 porsi besar dan 590 porsi kecil bagi penerima manfaat mulai jenjang PAUD, TK, SMK hingga B3 di Desa Ngampon, Jomblang, Seso, dan Brumbung.
Salah satu menu yang disajikan pada Senin (21/9/2026) terdiri atas nasi putih, ayam goreng Kalasan, tumis tahu tempe cabai hijau, capcay, dan jeruk.
Porsi kecil menu tersebut mengandung energi 405,6 kilokalori atau 101 persen AKG, protein 18,5 gram, lemak 14 gram, karbohidrat 52,1 gram, dan serat 3,6 gram.
Sementara itu, porsi besar mengandung energi 632,1 kilokalori atau 101 persen AKG, protein 28,9 gram, lemak 21,2 gram, karbohidrat 82,4 gram, dan serat 5,3 gram.
“Setiap menu sudah kami hitung kandungan gizinya, sehingga asupan yang diterima penerima manfaat dapat terukur,” katanya.
Keamanan MBG Diperiksa Sebelum Didistribusikan
Selain kandungan gizi, keamanan makanan diperiksa Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polres Blora sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Pemeriksaan meliputi pengujian kimia untuk mendeteksi kemungkinan bahan berbahaya seperti formalin, sedangkan pemeriksaan laboratorium dilakukan secara berkala dengan hasil yang dapat diketahui sekitar satu minggu.
Petugas juga melakukan pemeriksaan organoleptik berdasarkan warna, aroma, rasa, tekstur, dan bentuk untuk memastikan makanan layak serta sesuai standar.
Biddokkes turut melakukan pemeriksaan mikrobiologi guna mengetahui kemungkinan keberadaan bakteri atau mikroorganisme lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan makanan mentah, makanan yang telah diolah, hingga makanan yang siap didistribusikan kepada penerima manfaat. Dengan demikian, penyediaan MBG di SPPG Polres Blora 1 tidak hanya memperhatikan jumlah porsi dan kandungan gizi, tetapi juga memastikan keamanan pangan sebelum dikonsumsi,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




