
Pantau - Sebanyak 300 peserta membuat 300 kilogram terasi atau belacan habang menggunakan 100 lesung di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (26/9/2026), hingga mencatatkan rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rekor tersebut dikukuhkan MURI sebagai pembuatan terasi belacan habang dengan jumlah peserta terbanyak di dunia setelah dilakukan verifikasi terhadap proses pembuatannya.
Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi mengatakan pencatatan rekor menjadi momentum untuk mengangkat terasi sebagai produk unggulan daerah agar mampu menjangkau pasar global.
"Ke depan kita tidak hanya membuat terasi untuk rekor MURI, tetapi harus ada potensi lain yang bisa dikembangkan menjadi ikon produk Bangka Selatan," ujar Debby.
Terasi Habang Jadi Produk Unggulan Bangka Selatan
Debby menjelaskan terasi dipilih karena telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda dan dikenal luas oleh masyarakat Bangka Belitung dengan sebutan belacan habang.
Seluruh pelaku usaha terasi di Bangka Selatan dilibatkan dalam kegiatan tersebut agar pencatatan rekor sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada para pengrajin.
Sebanyak 300 kilogram terasi yang dihasilkan kemudian dibeli secara tunai oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk dipasarkan di tingkat nasional hingga internasional.
"Produk yang kita buat ini langsung dibeli tunai oleh HIPMI. Tinggal bagaimana kita memperkuat pengemasan dan pemasaran selanjutnya," katanya.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi inklusi keuangan bagi pelaku UMKM, khususnya pengrajin terasi.
OJK bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan mendorong pelaku usaha mengenal akses pembiayaan serta peralatan produksi guna mendukung pengembangan usaha.
MURI Kukuhkan Rekor Dunia
Perwakilan MURI Luthfi mengatakan rekor ditetapkan setelah proses pembuatan terasi secara bersama-sama menggunakan 100 lesung selesai diverifikasi.
"MURI resmi mengukuhkan kegiatan ini sebagai rekor pembuatan terasi belacan habang oleh peserta terbanyak di dunia," katanya.
Menurut Luthfi, kegiatan tersebut menjadi catatan sejarah baru karena MURI meyakini belum pernah ada pembuatan terasi dengan jumlah peserta sebanyak itu di belahan dunia lainnya.
Pencatatan rekor tersebut diharapkan turut memperkuat pengembangan belacan habang sebagai produk khas Bangka Selatan sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
- Penulis :
- Gerry Eka




