
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 di Surabaya mampu mendorong peningkatan transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang berkelanjutan bagi ekosistem syariah.
“Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai,” ujar Khofifah dalam FESyar Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Khofifah mengatakan keberhasilan FESyar tidak hanya diukur dari kemeriahan festival, tetapi juga manfaat yang tetap dirasakan pelaku usaha dan masyarakat setelah rangkaian kegiatan berakhir.
Menurut dia, keberlanjutan tersebut didukung perkembangan ekosistem halal di Jawa Timur yang mencakup 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), 804 destinasi pariwisata ramah Muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal.
Jatim Catat 1,8 Juta Produk Bersertifikat Halal
Penguatan ekosistem halal Jawa Timur turut ditopang penerbitan 703.853 sertifikat halal yang mencakup sekitar 1,8 juta produk hingga Agustus 2026.
Sertifikasi tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk dari Jawa Timur.
Khofifah mengatakan perkembangan industri halal juga berjalan beriringan dengan penguatan sektor keuangan syariah.
“Penguatan ekosistem halal juga berjalan seiring dengan penguatan sektor keuangan syariah, nilai aset perbankan syariah di Jawa Timur mencapai Rp937,13 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp857,63 triliun,” katanya.
FESyar Didorong Jadi Momentum Perluasan Kerja Sama
Khofifah menilai FESyar Jawa telah menjangkau pelaku usaha dari luar negeri sehingga momentum tersebut perlu dikembangkan menjadi kerja sama dan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi Jawa Timur.
Peluang kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah setelah festival selesai.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,” kata Khofifah.
- Penulis :
- Gerry Eka




