
Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) siap mendampingi dan mengawal produk UMKM Kota Palu, Sulawesi Tengah, agar mampu meningkatkan daya saing serta menembus pasar ekspor.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan upaya tersebut akan diperkuat melalui kerja sama Kementerian UMKM dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin).
“Kami akan melakukan MoU antara Kementerian UMKM dan Barantin untuk mengawal produk-produk UMKM di Palu agar ekspornya meningkat,” kata Bagus dalam kegiatan Gebyar UMKM di Palu, Minggu (27/9/2026).
Kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM dan Barantin serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua pihak.
Menurut Bagus, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membuka dan memperluas akses pasar bagi produk UMKM Kota Palu.
<h2>KEK Palu Diharapkan Perkuat Ekosistem UMKM</h2>
Bagus mengatakan pengembangan UMKM di Kota Palu turut didukung potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah ditetapkan sejak 2014 melalui Peraturan Pemerintah.
Ia berharap KEK Palu dapat berkembang menjadi kawasan industri sehingga mampu memperkuat ekosistem usaha dan pengembangan produk UMKM di daerah tersebut.
Kementerian UMKM mencatat terdapat 33.935 UMKM di Kota Palu yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan agar naik kelas dan memperoleh akses pasar lebih luas.
<h2>SAPA UMKM Integrasikan Layanan dalam Satu Platform</h2>
Kementerian UMKM juga menghadirkan SAPA UMKM sebagai super apps yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah untuk mendukung pengembangan pelaku usaha.
Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses layanan mulai dari verifikasi usaha, permodalan, sertifikasi, pembukuan digital, hingga transaksi digital dalam satu aplikasi.
“SAPA UMKM sudah ada kliniknya di sini. Jadi teman-teman UMKM yang ada di booth-booth ini bisa langsung mendaftar,” katanya.
SAPA UMKM dikembangkan sejalan dengan tugas Kementerian UMKM sebagai pengelola Basis Data Tunggal serta terhubung dengan berbagai layanan pemerintah pusat dan daerah.
“Alhamdulillah ada belasan kementerian, termasuk Barantin juga akan masuk menjadi satu ekosistem sehingga apa pun kebutuhan UMKM untuk berkembang bisa dilakukan melalui satu pintu dan itu terhubung dengan semua layanan pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka




