
Pantau - Sekretaris Pusat Halal Science Center IPB University Mala Nurilmala menilai konsep halal kini tidak lagi terbatas pada sertifikasi produk, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri yang berkaitan dengan perdagangan, investasi hingga penciptaan lapangan kerja.
"Halal itu bukan sesuatu yang hanya isu religi saja, tapi bagaimana halal itu berhubungan dengan arah industri ke depan, bagaimana arah trading ke depan, bagaimana arah investasi ke depan, termasuk juga jobs-nya. Itu semuanya berkaitan dengan halal ekosistem," kata Mala dalam Industrial Festival x Halal Indo 2026 di Tangerang, Banten, Minggu (27/9/2026).
Mala menjelaskan perkembangan konsep halal telah memasuki cakupan yang lebih luas, mulai dari sains, teknologi, ketertelusuran, inovasi, keberlanjutan hingga daya saing global.
Prinsip Halal Mencakup Seluruh Rantai Industri
Menurut Mala, konsumen semakin memperhatikan asal bahan yang digunakan dalam suatu produk, termasuk aspek kehalalan dan ketertelusurannya.
Industri juga perlu memperhatikan potensi kontaminasi terhadap kehalalan produk serta keberlanjutan rantai pasok.
Penerapan prinsip halal dengan demikian tidak berhenti pada proses sertifikasi produk, tetapi turut mencakup keseluruhan tahapan dalam ekosistem industri.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya hubungan aspek halal dengan aktivitas industri, mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi hingga produk yang dikonsumsi masyarakat.
Indonesia Didorong Jadi Pemain Utama Industri Halal
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menyampaikan pemerintah memperkuat kesiapan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia melalui pembangunan ekosistem dari hulu hingga hilir, peningkatan daya saing, serta perluasan akses pasar global.
“Pasar halal dunia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2024, konsumsi umat Muslim di enam sektor ekonomi syariah telah menembus 2,6 triliun dolar AS. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada tahun 2029,” kata Agus dalam Industrial Festival x Halal Indo 2026 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).
Agus menyebut Indonesia memiliki modal besar dari sisi pasar domestik dengan konsumsi rumah tangga mencapai Rp5.974,9 triliun pada semester I 2026 dan jumlah penduduk Muslim sebanyak 252,8 juta jiwa.
“Berbekal modal utama ini, Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen dan pemain utama industri halal dunia,” ungkapnya.
- Penulis :
- Gerry Eka




