
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut penyelenggaraan program Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) dapat mendorong regenerasi pencipta lagu anak melalui lahirnya karya berkualitas, edukatif, dan sesuai dengan usia anak.
Fadli berharap program tersebut dapat melahirkan pencipta lagu anak baru yang mampu meneruskan kiprah para pencipta lagu anak Indonesia terdahulu.
“Kalau dari pencipta lagu, kita harapkan munculnya Ibu Soed baru, A. T. Mahmud baru, Daldjono dan lain-lain,” kata Fadli seusai menghadiri Pentas KILA Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
KILA Bangun Ekosistem Lagu Anak
Fadli mengatakan KILA merupakan program Kementerian Kebudayaan yang telah berlangsung sejak 2020 untuk membangun ekosistem lagu anak di tengah masih terbatasnya keberadaan lagu khusus anak.
“Kita harapkan dari KILA ini akan tumbuh lagu-lagu anak yang berkualitas, lagu anak yang mendidik, yang edukatif, sesuai dengan usianya,” ujar dia.
KILA juga diharapkan mendorong lahirnya karya yang disukai anak sekaligus dapat dinikmati masyarakat secara luas.
Selain membuka ruang bagi pencipta lagu, program tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sebagai penyanyi.
Peserta Lomba Menyanyi Lagu Anak dalam KILA berasal dari kelompok usia lima hingga 13 tahun.
Sebanyak 814 Peserta Ikuti KILA 2026
KILA 2026 yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 31 Agustus tercatat diikuti sebanyak 814 peserta.
Dari jumlah tersebut, enam peserta terpilih sebagai finalis Lomba Cipta Lagu Anak dan 30 peserta menjadi finalis Lomba Menyanyi Lagu Anak untuk kelompok usia lima hingga 13 tahun.
Menurut Fadli, jumlah peserta tersebut menunjukkan adanya minat dan talenta dalam menciptakan maupun menyanyikan lagu anak yang masih dapat terus dikembangkan di Indonesia.
“Kita punya banyak talenta anak-anak, dan kita harapkan nanti akan banyak lagu anak-anak,” ujar dia.
- Penulis :
- Gerry Eka




