HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Makassar Perkuat Pulau Lanjukang sebagai Destinasi Wisata Bahari Berbasis Konservasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkot Makassar Perkuat Pulau Lanjukang sebagai Destinasi Wisata Bahari Berbasis Konservasi
Foto: Suasana peringatan "World Tourism Day" (Hari Pariwisata Dunia) di Pulau Lanjukang Makassar yang diisi dengan kegiatan wisata dan edukasi terkait konservasi oleh para pengunjung yang didominasi generasi muda dari berbagai kampus di Makassar, Minggu (27/9/2026).

Pantau - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memanfaatkan peringatan Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day 2026 sebagai momentum memperkuat pengembangan Pulau Lanjukang menjadi destinasi wisata bahari berbasis konservasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Andi Hendra Hakamuddin mengatakan pemerintah akan memberikan perhatian terhadap pengembangan fasilitas wisata di pulau tersebut dengan tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan.

"Pulau Lanjukang menjadi salah satu destinasi yang akan mendapat intervensi pemerintah dalam pengembangan wisata bahari Kota Makassar," kata Andi Hendra di Makassar, Minggu (27/9/2026).

Pengembangan Wisata Tetap Jaga Konservasi

Andi Hendra mengatakan Pemkot Makassar berencana melengkapi fasilitas di Pulau Lanjukang, tetapi pembangunan harus dilakukan secara hati-hati karena kawasan tersebut memiliki tantangan konservasi.

Pengembangan Pulau Lanjukang juga sejalan dengan visi dan misi Pemkot Makassar yang menempatkan sektor bahari sebagai salah satu kekuatan pariwisata daerah.

Rangkaian World Tourism Day pada 25-27 September 2026 turut menggandeng Marine Buddies untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mengembangkan destinasi bahari.

Pemkot Makassar tidak mengarahkan pengembangan Pulau Lanjukang hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan karena kondisi pulau yang relatif belum tersentuh wisata massal dinilai perlu dipertahankan melalui pengaturan pembangunan dan kunjungan.

"Kita sudah melibatkan semua stakeholder. Banyak don'ts yang harus dijaga, tetapi ada beberapa does untuk melengkapi sarana di Pulau Lanjukang," ujarnya.

Pemerintah bersama akademisi dan pemangku kepentingan juga telah menganalisis daya dukung kawasan untuk menentukan pola pengembangan serta jumlah wisatawan yang dapat diterima Pulau Lanjukang.

Pengendalian jumlah kunjungan mempertimbangkan keberadaan ekosistem dan sumber daya laut di sekitar pulau, termasuk terumbu karang, penyu, serta gurita yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir.

Ekologi, Ekonomi, dan Sosial Harus Berjalan Bersama

Koordinator Marine Buddies Makassar Junaedi Jabbara mengatakan pengembangan pariwisata perlu memperhatikan tiga pilar utama, yakni ekologi, ekonomi, dan sosial.

"Ketiga pilar itu harus berjalan bersama, karena kalau ada satu yang mengalami ketimpangan, maka dapat merugikan masyarakat setempat dan membuat pariwisata tidak berkelanjutan," ujarnya.

Kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan diharapkan menjadi dasar pengembangan Pulau Lanjukang agar fasilitas wisata dapat bertambah tanpa mengabaikan daya dukung kawasan dan kelestarian ekosistem laut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026