
Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara telah menyalurkan 1.350 ton jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam untuk menjaga ketersediaan pasokan pakan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan realisasi tersebut mencapai 66,23 persen dari total pagu penyaluran sebanyak 2.309 ton.
"Penyaluran ke peternak ayam tersebut sebanyak 1.350 ton atau 66,23 persen dari total pagu 2.309 ton," ujar Budi di Medan, Minggu, 27 September 2026.
Jagung SPHP tersebut disalurkan kepada peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai.
Penyaluran Jagung SPHP Diperluas ke Sejumlah Daerah
Bulog Sumut memperluas penyaluran setelah menerima permintaan dari dinas peternakan setempat untuk menambah alokasi bagi peternak di sejumlah wilayah.
Daerah yang mendapat tambahan alokasi antara lain Pulau Nias, Kota Pematangsiantar, dan Kabupaten Serdang Bedagai.
"Selain penambahan kepada peternak ayam petelur, kami juga menyalurkan untuk peternak babi di Pematangsiantar dan Nias. Tapi saat ini peternak babi tersebut belum membeli jagung meskipun skalanya sekitar 60 ton," ucapnya.
Bulog mengimbau peternak yang stok pakannya telah habis untuk segera mengambil jagung SPHP yang tersedia di gudang Bulog dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Stok Jagung Bulog Sumut Mencapai 5.865 Ton
Untuk memperkuat stok, Bulog Sumut masih menyerap jagung dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Dairi, Batu Bara, Deli Serdang, dan Karo.
"Saat ini total pengadaan jagung pipil di 5.865 ton. Dipastikan stok bertambah karena sebagian daerah masih dilakukan penyerapan jagung," kata Budi.
Bulog Sumut juga melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani, Polri, serta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penyerapan jagung.
Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani untuk pengadaan dalam negeri dengan kadar air 18-20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb atau bagian per miliar.
- Penulis :
- Gerry Eka




