HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah ke 6.209 setelah BEI Terapkan Harga Minimum Saham Rp1

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Melemah ke 6.209 setelah BEI Terapkan Harga Minimum Saham Rp1
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026) seiring sentimen jangka pendek dari penerapan harga minimum saham Rp1 dari sebelumnya Rp50 per saham.

IHSG dibuka melemah 32,14 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.209,75, sedangkan Indeks LQ45 turun 4,17 poin atau 0,67 persen menjadi 616,94.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai IHSG masih berpotensi bergerak di sekitar sejumlah level teknikal dalam jangka pendek.

“Dalam jangka pendek, IHSG rentan menguji area support di kisaran 6.186- 6.113, dengan support berikutnya di sekitar 6.029. Sebaliknya, untuk terjadi rebound, IHSG perlu kembali ke atas level 6.290 terlebih dahulu, kemudian menembus area 6.328- 6.368,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

BEI Terapkan Harga Minimum Saham Rp1

BEI resmi menerapkan harga saham terendah dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1 per saham mulai Senin (28/9/2026).

Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan likuiditas dan menghasilkan price discovery yang lebih baik terhadap saham-saham yang telah lama berada di harga Rp50 serta minim likuiditas.

Dari sisi kebijakan fiskal, pemerintah juga memperbarui ketentuan pengelolaan surplus dan defisit kas pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67 Tahun 2026 yang berlaku sejak 8 September 2026.

Aturan tersebut memperjelas bahwa surplus kas dapat dikelola untuk menghasilkan pendapatan negara dan manfaat lainnya dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan likuiditas pemerintah.

Dana dapat ditempatkan pada bank umum maupun instrumen Surat Berharga Negara (SBN), termasuk melalui pembelian langsung atau outright di pasar sekunder dan sejumlah instrumen lainnya.

Sentimen Global Turut Jadi Perhatian Pasar

Dari mancanegara, Liza mengatakan pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta ketidakpastian terkait Selat Hormuz.

“Potensi kesepakatan bertahap tetap menjadi fokus pasar karena dapat mengurangi risiko terhadap jalur perdagangan energi global,” ujar Liza.

Komentar bernada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS The Federal Reserve juga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan untuk meredam inflasi.

Bursa Wall Street ditutup menguat pada Jumat (25/9/2026), dengan S&P 500 naik 0,51 persen menjadi 7.743,41, Nasdaq Composite menguat 0,48 persen menjadi 27.068,72, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,93 persen menjadi 51.828,62.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026