
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pemerintah akan menambah sebanyak 1 juta sambungan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga sebagai salah satu langkah mengurangi penggunaan LPG.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan sebanyak 115 ribu sambungan rumah tangga jargas telah diselesaikan pada tahun ini.
“Tahun ini, jargas yang sudah selesai kan 115 ribu (sambungan rumah tangga), itu kan juga salah satu konversi yang berjalan. Lalu, sebentar lagi akan ada juga jargas tambahan 1 juta,” ujar Laode Sulaeman di Jakarta, Rabu.
Pembangunan jargas menjadi salah satu bentuk konversi energi yang sedang dijalankan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG.
Peningkatan pemanfaatan gas bumi melalui jargas juga diharapkan membantu mengurangi beban subsidi LPG 3 kilogram sekaligus menekan impor LPG.
Pemerintah Tata Data Penerima Subsidi
Selain membangun jargas, pemerintah melakukan penataan basis data penerima subsidi untuk mengendalikan penyaluran komoditas bersubsidi.
Menurut Laode, penataan basis data penerima subsidi tersebut telah dilakukan pemerintah selama dua tahun.
Basis data tersebut merupakan penyempurnaan dari data yang dimiliki Pertamina dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Pemerintah selanjutnya berencana kembali menyempurnakan basis data menggunakan informasi dari kepolisian yang berkaitan dengan kendaraan.
“Disempurnakan lagi nanti dengan data dari kepolisian terkait kendaraan. Nah, itu nanti kami lakukan penataan,” ucap Laode.
Laode menyampaikan kuota volume solar bersubsidi dan LPG bersubsidi tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kuota tersebut dipertahankan agar pemanfaatan basis data penerima subsidi yang telah disempurnakan dapat membantu mengendalikan penyaluran subsidi.
“Penetapan volume solar subsidi dan LPG kan tetap sama dengan tahun lalu, agar penataan itu bisa bermanfaat untuk mengendalikan subsidinya,” kata Laode.
Satu Juta Jargas Ditargetkan Rampung pada 2028
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menargetkan pembangunan 1 juta jaringan gas dapat diselesaikan pada 2028.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada energi.
Program pembangunan jaringan gas rumah tangga merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan jargas rumah tangga juga tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
- Penulis :
- Leon Weldrick




