
Pantau - Dewan Pengurus Pusat Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPP Gapasdap) menyebut operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai kembali lancar setelah sebelumnya mengalami persoalan kepadatan kendaraan.
Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mempercepat pembenahan infrastruktur pelabuhan agar antrean panjang tidak kembali terjadi ketika volume kendaraan meningkat.
“Oleh karena itu, setelah kondisi operasional kembali lancar, kami menilai momentum ini harus digunakan untuk mempercepat pembenahan infrastruktur agar persoalan yang sama tidak kembali terjadi ketika volume kendaraan meningkat,” katanya dalam keterangan di Banyuwangi, Kamis, 1 Oktober 2026.
Gapasdap secara khusus mendorong percepatan penyatuan dan optimalisasi dermaga plengsengan di sisi Pelabuhan Ketapang serta pelebaran fasilitas Dermaga LCM di Gilimanuk.
Perbaikan dan optimalisasi fasilitas Dermaga Bulusan di Ketapang juga didorong untuk segera dilaksanakan.
Gapasdap Minta Infrastruktur Siap Sebelum Nataru
Khoiri berharap pekerjaan yang secara teknis memungkinkan segera dilaksanakan dapat dimulai secepatnya sehingga tambahan kapasitas dermaga tersedia untuk menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Penambahan kapasitas tersebut juga dibutuhkan untuk mengantisipasi peningkatan pergerakan kendaraan pada masa angkutan Lebaran.
“Jadi, kita jangan menunggu sampai antrean panjang terjadi kembali baru bergerak, infrastruktur harus dipersiapkan sebelum demand mencapai puncaknya, karena itu pekerjaan yang secara teknis dapat segera dilaksanakan harus dipercepat,” kata Khoiri.
Ia berharap ASDP sebagai pengelola kepelabuhanan dapat bergerak cepat sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
“Koordinasi antarlembaga diperlukan, namun kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas pelayanan jangan sampai tertunda hanya karena menunggu penyelesaian administrasi atau kewenangan antarpihak,” katanya.
Koordinasi dan Bongkar Muat Percepat Kelancaran
Gapasdap mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam mengatasi kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk melalui langkah jangka pendek, menengah, maupun penyelesaian jangka panjang.
Apresiasi disampaikan kepada anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), KSOP, BPTD, pemerintah dan pejabat daerah, Organda, Aptrindo, operator kapal, aparat terkait, serta pemangku kepentingan industri penyeberangan.
“Kerja bersama mulai menunjukkan hasil, terutama melalui koordinasi operasional dan percepatan proses bongkar muat kapal. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Bambang Haryo Soekartono serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Persoalan sebesar di Ketapang-Gilimanuk memang tidak mungkin diselesaikan sendiri-sendiri, kuncinya adalah kolaborasi dan bergerak bersama,” kata Khoiri.
Khoiri berharap masyarakat, pelaku usaha, pengemudi angkutan barang, dan pengguna jasa lainnya kembali memanfaatkan lintasan Ketapang-Gilimanuk.
“Kami ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk saat ini sudah lancar dan siap melayani perjalanan masyarakat. Kami berharap masyarakat kembali memanfaatkan lintasan ini sehingga demand yang sempat menurun dapat kembali pulih dan terus meningkat,” kata Khoiri.
Lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi salah satu jalur penting mobilitas Jawa-Bali sekaligus mendukung distribusi logistik, pariwisata, dan aktivitas ekonomi kedua wilayah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




