HOME  ⁄  Ekonomi

PPN Pengambengan Dikembangkan Jadi Kawasan Industri Perikanan, KKP Proyeksikan Serap 25 Ribu Pekerja

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PPN Pengambengan Dikembangkan Jadi Kawasan Industri Perikanan, KKP Proyeksikan Serap 25 Ribu Pekerja
Foto: (Sumber :Nelayan beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, Bali. (ANTARA/HO-KKP).)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, Bali, mampu menyerap hingga 25 ribu tenaga kerja melalui pembangunan kawasan industri perikanan terintegrasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan peluang kerja dari pengembangan kawasan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat lokal melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan.

Pengembangan PPN Pengambengan memiliki nilai proyek sekitar Rp1,2 triliun dan diarahkan menghadirkan fasilitas perikanan yang lebih bersih, higienis, serta modern.

Pelabuhan tersebut juga direncanakan menjadi lokasi bersandar kapal penangkap ikan berukuran besar yang sebelumnya beraktivitas di Pelabuhan Benoa, termasuk kapal penangkap tuna.

Industri Perikanan Dipadukan dengan Pariwisata

Trenggono mengatakan pengembangan PPN Pengambengan tidak hanya berorientasi pada kegiatan industri perikanan, tetapi juga akan dipadukan dengan sektor pariwisata.

“Harapannya ini adalah tempat yang dikombinasikan antara industri perikanan yang modern, berikut juga dikombinasi dengan pariwisata,” katanya.

Pengembangan tersebut juga diharapkan meningkatkan daya saing hasil perikanan Indonesia melalui fasilitas pelabuhan yang lebih modern.

Nelayan Harapkan Pekerjaan saat Musim Paceklik

Nelayan Pengambengan bernama Anan berharap pengembangan pelabuhan menyediakan alternatif pekerjaan ketika musim paceklik menyebabkan aktivitas melaut berkurang.

Menurut dia, masa paceklik ikan selama ini dapat membuat nelayan menganggur dalam waktu lama atau beralih menjadi pekerja serabutan.

Anan berharap fasilitas seperti cold storage atau gudang berpendingin dan kegiatan perbaikan kapal dapat menjadi sumber pekerjaan ketika nelayan tidak melaut.

"Jadi tidak perlu harus menganggur sekian lama ketika musim paceklik ikan,” kata Anan.

Pelabuhan Modern Diharapkan Permudah Bongkar Muat

Nelayan lainnya, I Ketut Sumajaya, mengatakan keterbatasan kolam labuh akibat pendangkalan selama ini menyulitkan kapal melakukan aktivitas bongkar muat ikan.

Ia berharap pengembangan PPN Pengambengan memperlancar proses bongkar muat sekaligus distribusi hasil tangkapan menuju pabrik maupun pengepul.

“Dengan adanya pelabuhan yang modern, kami selaku nelayan gampang untuk mengakses dalam artian bongkar muat ikan, untuk mendistribusikan ikan itu ke wilayah-wilayah pabrik,” ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026