
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali resmi mengakhiri pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dengan mencatat sekitar 1,397 juta responden dari seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata.
"Secara resmi pendataan Sensus Ekonomi di lapangan memang sudah berakhir kemarin, tapi kami masih melakukan sejumlah perbaikan, ada task force (satuan tugas) namanya," kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Kamis.
Satuan tugas tersebut dibentuk untuk menyasar perusahaan maupun rumah tangga responden yang belum terdaftar dalam pendataan sebelumnya.
Penyelesaian pendataan terhadap responden yang belum tercakup selanjutnya akan dilakukan oleh pegawai organik BPS.
BPS Siapkan Survei Pascasensus
BPS Bali juga akan melaksanakan Post Enumeration Survey (PES) setelah tahapan pendataan utama Sensus Ekonomi 2026 berakhir.
"Yang kedua nanti juga akan ada kegiatan namanya PES, ini tidak hanya dilakukan oleh BPS Indonesia, di BPS semua negara melakukan ini karena secara metodologi itu memang harus dilakukan," ujar Agus Gede.
PES dilakukan untuk memastikan kebenaran data sekaligus mengevaluasi kemungkinan adanya kesalahan dari sisi cakupan maupun kualitas hasil sensus.
"Jadi yang kemarin itu secara cakupan atau secara kualitas ada kesalahan atau tidak, nah untuk melihat itu, pascasensus dilakukanlah PES," ucapnya.
Pendataan lapangan tahap akhir Sensus Ekonomi 2026 di Bali melibatkan 3.774 petugas yang tersebar di berbagai wilayah.
Sebagian besar petugas lapangan telah menyelesaikan tugasnya, tetapi BPS Bali menyatakan mereka masih dapat direkrut kembali apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan PES.
Responden Lebih Sedikit dari Perkiraan Awal
Jumlah sekitar 1,397 juta responden yang berhasil didata lebih rendah dibandingkan perkiraan awal BPS Bali yang mencapai sekitar 1,7 juta.
Menurut BPS Bali, selisih tersebut merupakan kondisi yang wajar karena data awal masih berupa perkiraan.
Sejumlah faktor yang memengaruhi perbedaan angka tersebut antara lain usaha yang telah tutup, tidak lagi beroperasi, hingga adanya duplikasi dalam data awal.
"Kalau di data awal kan namanya perkiraan ya, jauh lebih besar data perkiraannya daripada yang kemarin sudah berhasil kami data, dapat 1,397 juta atau hampir 1,4 juta, kalau perkiraannya itu sekitar 1,7 juta," ujar Agus Gede.
Berdasarkan sebaran wilayah secara absolut, jumlah responden terbanyak tercatat berada di Kabupaten Buleleng, kemudian disusul Denpasar dan Badung.
BPS Bali mencatat besarnya jumlah responden di Buleleng berkaitan dengan jumlah penduduk, sedangkan konsentrasi pelaku usaha di Bali banyak ditemukan di wilayah Denpasar dan Badung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




