HOME  ⁄  Ekonomi

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Mulai Normal, Antrean Kendaraan Menyusut hingga 500 Meter

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Mulai Normal, Antrean Kendaraan Menyusut hingga 500 Meter
Foto: (Sumber :Aktivitas kapal feri bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk (Bali). ANTARA/Novi Husdinariyanto.)

Pantau - Pergerakan kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi-Gilimanuk, Bali, mulai kembali lancar dengan antrean kendaraan angkutan logistik menyusut hingga sekitar 500 meter pada Jumat, 2 Oktober 2026.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat operasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan agar kapasitas pelayanan dapat dimanfaatkan secara optimal.

ASDP Operasikan 27 Kapal

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan perkembangan arus kendaraan dan penumpang terus dipantau secara berkala.

“Kami terus memantau perkembangan arus kendaraan dan penumpang secara berkala, sekaligus menyesuaikan pola operasi kapal dengan kondisi aktual di lapangan, dan alhamdulillah perkembangan antrean yang semakin terkendali menjadi bagian dari proses pemulihan layanan yang terus kami dorong,” katanya.

Data operasional mencatat sebanyak 19.101 penumpang dan 5.881 kendaraan menggunakan layanan Pelabuhan Ketapang pada Rabu, 30 September 2026, atau jumlah penumpang meningkat 4,57 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, jumlah penumpang tercatat mencapai 19.942 orang dengan 5.745 kendaraan.

Heru mengatakan ASDP terus menyesuaikan kapasitas pelayanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengoptimalkan pergerakan penumpang dan kendaraan.

“Saat ini sebanyak 27 kapal dioperasikan melalui sejumlah dermaga di Pelabuhan Ketapang, terdiri dari lima kapal di Dermaga MB I, lima kapal di Dermaga MB III, 12 kapal di Dermaga LCM dan lima kapal di Dermaga MB IV,” katanya.

Pengaturan Kendaraan dan Dermaga Diperkuat

General Manajer ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan kelancaran penyeberangan tidak hanya bergantung pada jumlah kapal yang beroperasi.

Pengaturan distribusi kendaraan, pemanfaatan fasilitas dermaga, dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran layanan.

“Kami memahami bahwa kelancaran penyeberangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat maupun distribusi logistik, oleh karena itu setiap perkembangan di lapangan terus kami respons dengan pengaturan operasional yang dinamis,” katanya.

ASDP juga terus memantau antrean kendaraan di sisi Ketapang dan Gilimanuk serta pergerakan kapal secara berkala.

“Pengaturan operasional akan terus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas kendaraan, kapasitas dermaga, kesiapan armada dan aspek keselamatan pelayaran,” kata Media.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026