
Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menilai batik khas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berpotensi memperkuat pengembangan wisata berbasis budaya karena memiliki motif dan karakter khas yang dapat menarik wisatawan.
"Batik Banyumas mempunyai kekhasan yang luar biasa dan itu pasti menjadi daya tarik buat wisatawan, baik wisatawan asing maupun wisatawan Indonesia atau domestik," katanya dalam Pembukaan Pemilihan Putra Putri Batik Hadipriyanto 2026 di Banyumas, Minggu (4/10/2026).
Menurut Siti, kekhasan batik Banyumas terlihat dari motif yang mengangkat berbagai unsur lingkungan dan budaya setempat seperti daun talas, bambu, kelapa, manggar, binatang hingga uang.
Keberagaman motif tersebut dinilai dapat menjadi identitas etnik yang memperkuat daya tarik Banyumas sebagai daerah tujuan wisata.
Pengembangan batik juga berkaitan dengan ekonomi kreatif karena melibatkan kreativitas masyarakat mulai dari proses membatik, mendesain, hingga mengolah kain menjadi berbagai model busana.
Generasi Muda Didorong Ikut Lestarikan Batik
Siti mendorong kegiatan yang memperkenalkan batik kepada generasi muda terus digelar agar warisan budaya tersebut tetap terjaga sekaligus berkembang mengikuti zaman.
"Bukan hanya kemampuan untuk melenggang di catwalk, juga mampu memberikan kreasi, model, dan kreativitas batik," katanya.
Legislator yang akrab disapa Erma itu menilai peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat pelestarian dan pengembangan batik.
"Ini adalah event yang memang harus dijaga dan dilestarikan, bukan hanya sebatas diperingati saja, tetapi juga harus kita jaga," katanya.
Menurut dia, generasi muda dapat mengambil berbagai peran dalam ekosistem batik mulai dari membatik, mendesain, mengenakan hingga mempromosikan produk tersebut.
Keterlibatan generasi muda tersebut juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata.
Pemilihan Putra Putri Batik Diikuti 57 Peserta
Penggagas Pemilihan Putra Putri Batik Hadipriyanto 2026 Tirsa Enggar mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan batik Banyumas, khususnya Batik Hadipriyanto, kepada masyarakat luas dan generasi muda.
"Biar anak muda tahu bahwa batik tidak identik dengan kondangan atau orang tua," katanya.
Kegiatan tersebut diikuti 57 peserta atau melampaui target awal sebanyak 50 peserta.
Peserta tidak hanya berasal dari Banyumas, tetapi juga sejumlah daerah lain seperti Yogyakarta hingga Tangerang.
Tirsa berharap kegiatan yang sebelumnya pernah digelar pada 2021 tersebut dapat kembali diselenggarakan setiap tahun.
Menurut dia, peminat batik khas Banyumas termasuk Batik Hadipriyanto dari wilayah Banyumas masih lebih sedikit dibandingkan dari luar daerah sehingga diperlukan promosi dan sosialisasi yang lebih luas.
- Penulis :
- Gerry Eka




