HOME  ⁄  Ekonomi

INA-LAC Business Mission 2026 Cetak Kesepakatan Rp5,89 Triliun dan Potensi Transaksi Rp6,16 Triliun

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

INA-LAC Business Mission 2026 Cetak Kesepakatan Rp5,89 Triliun dan Potensi Transaksi Rp6,16 Triliun
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno memberikan sambutan dalam INA-LAC Business Mission 2026 yang diselenggarakan di Santiago, Chile, pada 1-2 Oktober 2026. ANTARA/HO-Kemlu RI.)

Pantau - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membawa 26 perusahaan nasional dalam INA-LAC Business Mission 2026 di Santiago, Chile, yang menghasilkan kesepakatan konkret senilai 328,98 juta dolar AS atau Rp5,89 triliun serta potensi transaksi 344,08 juta dolar AS atau sekitar Rp6,16 triliun.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia (LAC).

Berdasarkan keterangan resmi Kemlu RI, nilai kesepakatan konkret meningkat 10,8 persen dibandingkan capaian misi tahun sebelumnya di Sao Paulo, Brasil, yang mencapai 297 juta dolar AS atau Rp5,32 triliun.

Potensi transaksi juga meningkat 21,2 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 284 juta dolar AS atau sekitar Rp5,08 triliun.

Indonesia Perkuat Konektivitas Ekonomi dengan Amerika Latin

INA-LAC Business Mission 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Kemlu RI dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia), Sociedad de Fomento Fabril (SOFOFA), serta sejumlah mitra lainnya.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan tema INA-LAC 2026, “Bridging Continents, Unlocking Opportunities”, relevan dengan dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap ketahanan energi serta pangan global.

Menurut Havas, forum tersebut menegaskan pentingnya memilih konektivitas dibandingkan fragmentasi melalui penguatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amerika Latin.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas kolaborasi lintas sektor serta membangun kemitraan ekonomi yang lebih terdiversifikasi dan tangguh.

Direktur Jenderal Urusan Ekonomi Bilateral Undersecretariat of International Economic Relations (SUBREI) Felipe Lopeandia Wielandt turut menyoroti pentingnya diplomasi perdagangan dan peluang integrasi ekonomi antara Chile dan Asia Tenggara.

Energi dan Mineral Kritis Jadi Fokus Kerja Sama

Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie mengusulkan pengembangan kerja sama pada sektor energi dan pertambangan.

KADIN akan mengidentifikasi mitra industri potensial di Indonesia sekaligus memfasilitasi negosiasi langsung dengan mitra dari kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Chile dan sejumlah negara Amerika Latin merupakan pemasok utama tembaga dan litium dunia, sementara Indonesia tengah mempercepat hilirisasi mineral serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Diskusi dalam forum itu membahas peluang investasi konkret, kerja sama teknologi dan riset, serta mobilitas talenta untuk mendukung strategi hilirisasi.

Pasar INA-LAC mencakup 33 negara dengan jumlah penduduk sekitar 670 juta jiwa.

Forum tersebut juga mempertemukan pelaku usaha sektor logistik dan pelayaran untuk membahas tantangan mobilitas barang serta komoditas antara Indonesia dan Amerika Latin, termasuk terkait dekarbonisasi.

INA-LAC Bidik Pasar Ekspor Nontradisional

INA-LAC Business Mission merupakan program misi bisnis Kemlu RI yang bertujuan memperluas pasar nontradisional melalui peningkatan akses perdagangan dan investasi Indonesia di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok global melalui diversifikasi pasar ekspor dan kerja sama pada sektor strategis, termasuk energi serta mineral kritis seperti nikel, litium, dan bauksit.

INA-LAC Business Mission 2026 turut menghadirkan sesi business pitching yang memberikan kesempatan kepada perusahaan Indonesia untuk memperkenalkan kapabilitas serta membangun kemitraan komersial jangka panjang dengan calon mitra di kawasan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026