
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan kenaikan harga cabai rawit yang mencapai 10,21 persen pada minggu pertama Oktober 2026 perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong inflasi pada akhir tahun.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan lonjakan tersebut membuat harga cabai rawit semakin jauh melampaui batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
"Cabai rawit, naik cukup besar di minggu pertama Oktober, kenaikannya sampai 10,21 persen," kata Ateng di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Harga rata-rata nasional cabai rawit mencapai Rp86.846 per kilogram pada awal Oktober 2026, meningkat dari Rp78.802 per kilogram pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, HAP cabai rawit ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.
BPS Waspadai Tekanan Inflasi Akhir Tahun
Ateng mengatakan tren kenaikan harga cabai rawit perlu mendapat perhatian karena berpotensi berlanjut hingga akhir tahun.
Menurut dia, apabila kenaikan tidak segera dikendalikan, harga cabai rawit pada Desember 2026 dapat semakin jauh dibandingkan posisi Desember 2025.
"Jika cabai rawit selalu meningkat maka jika dibandingkan year-on-year-nya kondisi akhir tahun Desember ini, khawatir semakin jauh dibandingkan Desember tahun 2025 yang dampaknya akan terjadi inflasi secara tahunan," jelasnya.
BPS mencatat kenaikan harga cabai rawit pada minggu pertama Oktober terjadi di 259 kabupaten dan kota di Indonesia.
Harga Cabai Merah Juga Mengalami Kenaikan
BPS turut mengingatkan kenaikan harga cabai merah yang dinilai dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap inflasi apabila tidak dikendalikan menjelang akhir tahun.
Harga rata-rata nasional cabai merah tercatat mencapai Rp63.913 per kilogram pada awal Oktober 2026, naik dari Rp57.383 per kilogram pada bulan sebelumnya.
Kenaikan harga cabai merah terjadi di 292 kabupaten dan kota.
Ateng menekankan pengendalian harga cabai merah dan cabai rawit menjadi penting untuk mencegah tekanan terhadap inflasi tahunan semakin besar pada Desember 2026.
"Kalau tidak dikawal maka kondisi Desember 2026 akan jauh dibandingkan Desember 2025, artinya inflasi tahunannya bisa jadi terdorong naik karena cabai merah dan juga saya sebutkan tadi di cabai rawit," kata Ateng.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




