HOME  ⁄  Ekonomi

Khofifah Salurkan 341 Alsintan di Jawa Timur, Panen Satu Hektare Bisa Dipangkas Jadi Satu Jam

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Khofifah Salurkan 341 Alsintan di Jawa Timur, Panen Satu Hektare Bisa Dipangkas Jadi Satu Jam
Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Mojokerto (sumber: Biro Adpim Pemprov Jatim)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi kegiatan pertanian, dengan Kabupaten Mojokerto menjadi daerah pertama penerima bantuan.

Penyaluran alsintan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke-81.

"Dalam rangka Hari Jadi Pemprov Jatim yang ke-81 kita memang akan keliling menyampaikan bantuan alsintan kepada poktan-poktan dan kita mengawalinya dari Kabupaten Mojokerto," ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan penyaluran bantuan selanjutnya akan dilakukan ke berbagai daerah penghasil pangan di Jawa Timur.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara keseluruhan memfasilitasi sebanyak 341 unit alsintan yang terdiri atas 231 unit untuk kegiatan prapanen dan 110 unit untuk kegiatan pascapanen.

Seluruh bantuan diberikan kepada kelompok tani untuk mendukung kegiatan pertanian agar berlangsung lebih efektif dan efisien.

Combine Harvester Pangkas Waktu Panen

Khusus Kabupaten Mojokerto, bantuan yang disalurkan berupa lima unit pompa air berukuran empat inci dan dua unit combine harvester berukuran besar.

Menurut Khofifah, penggunaan combine harvester dapat mempercepat proses panen secara signifikan dibandingkan metode manual.

Panen secara manual membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk menyelesaikan lahan seluas satu hektare, sedangkan penggunaan combine harvester pada kondisi lahan yang sesuai dapat memangkasnya menjadi sekitar satu jam.

"Panen dengan cara manual itu tiga hari satu hektare, kalau pakai combine harvester di tanah yang seperti ini bisa satu jam per hektar. Artinya alsintan ini Insya Allah akan memberikan efisiensi bagi petani terutama dan ini bisa saling dipinjamkan disewakan ke poktan (kelompok tani) lainnya," ujar Khofifah.

Alsintan yang diterima kelompok tani juga dapat dimanfaatkan bersama dengan cara dipinjamkan atau disewakan kepada kelompok tani lainnya.

Selain mempercepat panen, penggunaan combine harvester dapat mengurangi kehilangan hasil atau losses.

Kehilangan hasil pada proses panen secara manual diperkirakan mencapai sekitar 9-11 persen, sedangkan penggunaan combine harvester dapat menekannya menjadi sekitar 1-2 persen.

Bantuan pompa air ditujukan untuk memperkuat sistem pengairan lahan, terutama ketika memasuki musim kemarau agar kegiatan dan masa tanam tetap berlangsung.

"Itu sumur-sumur atau pompa-pompa ini menjadi penting untuk terus kita maksimalkan," tegas Khofifah.

Produksi Padi Jawa Timur Capai 10,24 Juta Ton GKG

Selain menyalurkan alsintan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dan melaksanakan salat Istisqa sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi kemarau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 1 Oktober 2026, potensi produksi padi Jawa Timur selama Januari-November 2026 mencapai 10.240.964 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Potensi produksi tersebut meningkat 2,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Per 1 Oktober bahwa produksi GKG Jawa Timur alhamdulillah selalu tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia, dan Jagung kita juga tertinggi," ucap Khofifah.

Khofifah berharap peningkatan produktivitas pertanian dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Untuk mencapai tujuan tersebut, alsintan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan digunakan bersama-sama antarkelompok tani.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026