HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat ke 6.139,13 Mengikuti Kenaikan Mayoritas Bursa Asia dan Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Menguat ke 6.139,13 Mengikuti Kenaikan Mayoritas Bursa Asia dan Global
Foto: (Sumber :Seorang pialang saham mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari layar telepon pintarnya di Jatinegara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026), mengikuti pergerakan positif mayoritas bursa saham kawasan Asia dan global.

IHSG dibuka naik 20,27 poin atau 0,33 persen ke level 6.139,13, sedangkan indeks LQ45 menguat 2,23 poin atau 0,37 persen ke posisi 605,46.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan penguatan indeks masih berpotensi berlanjut dalam perdagangan.

“Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150-6.200,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

Dari pasar global, harga minyak mentah melemah 1,9 persen ke level 100 dolar AS per barel pada Senin (5/10/2026), dipengaruhi pemulihan ekspor minyak mentah di Timur Tengah dan langkah negara-negara G7 untuk meredakan kekhawatiran terhadap pasokan.

Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan konflik di Yaman serta kondisi di sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Penurunan harga minyak dan melemahnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat dinilai mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Pasar memperkirakan Fed Funds Rate (FFR) berpeluang dipertahankan pada Oktober 2026, sementara pelaku pasar menantikan risalah FOMC periode September untuk mencari petunjuk arah kebijakan berikutnya.

Di sisi lain, kenaikan biaya pinjaman global masih menjadi perhatian setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 dan 30 tahun berada pada level tertinggi sejak awal 2002.

Stimulus Rp31 Triliun Warnai Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, pemerintah akan mengalokasikan stimulus sekitar Rp31 triliun pada kuartal IV-2026 untuk menjaga daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung keberlanjutan dunia usaha.

Stimulus tersebut mencakup anggaran Rp1,28 triliun untuk pembukaan rekening bagi warga berusia di atas 17 tahun yang masuk desil 1 sampai 4.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dengan anggaran Rp17,5 triliun serta bantuan subsidi upah senilai Rp12 triliun.

Pada 2027, pemerintah berencana melanjutkan program magang untuk 150.000 peserta dan pelatihan vokasi bagi 300.000 orang serta memperluas pengurangan PPh Pasal 21 kepada 7,5 juta pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan.

Bursa Wall Street pada perdagangan Senin (5/10/2026) ditutup menguat dengan S&P 500 naik 0,66 persen, Nasdaq Composite 1,05 persen, dan Dow Jones Industrial Average 0,18 persen.

Pada perdagangan Asia Selasa pagi, Nikkei menguat 0,36 persen dan Hang Seng naik 0,57 persen, sedangkan Kospi melemah 0,74 persen dan Straits Times turun 0,32 persen.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026