
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Norwegia resmi meluncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 periode kelima dengan alokasi Rp20 miliar yang ditargetkan menjangkau 300 kelompok masyarakat dalam upaya memperluas partisipasi publik dalam pelestarian hutan dan lingkungan.
“Kita melanjutkan langkah yang sangat strategis tersebut dengan meluncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 periode kelima dengan alokasi dana sebesar Rp20 miliar yang ditargetkan dapat menjangkau sebanyak 300 kelompok masyarakat,” ujar Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 merupakan salah satu skema pendanaan untuk mendukung pencapaian target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Indonesia dan Norwegia dengan mekanisme Result-Based Contribution (RBC).
Dana program disalurkan Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan inklusif dalam kegiatan pelestarian hutan serta penguatan ketahanan iklim.
Dana Disalurkan Melalui Tiga Tema Utama
Rohmat menjelaskan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 periode kelima akan disalurkan melalui tiga tema utama kegiatan.
Tema pertama adalah FOLU Biodiversity yang ditujukan untuk mendukung berbagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Tema kedua adalah FOLU Goes to School yang berfokus pada keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.
Tema ketiga adalah FOLU Terra yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan.
“Ketiga adalah FOLU Terra yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan,” kata Rohmat.
Hingga periode keempat, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 telah menyalurkan dana sekitar Rp29,081 miliar kepada 863 kelompok masyarakat.
Program tersebut tercatat telah memberikan manfaat kepada 49.653 penerima yang tersebar di 36 provinsi.
Rohmat menambahkan program periode kelima diarahkan untuk mendukung aksi iklim dan pengelolaan hutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus masyarakat di tingkat tapak.
Norwegia Salurkan 216 Juta Dolar AS
Ambassador Designate Norwegia untuk Indonesia Kaja Glomm mengatakan Norwegia bangga dapat mendukung ambisi Indonesia dalam bidang iklim dan kehutanan melalui kemitraan jangka panjang.
Menurut pihak Norwegia, sebanyak 216 juta dolar AS telah disalurkan melalui skema kontribusi berbasis hasil untuk mendukung capaian terverifikasi Indonesia dalam mengurangi emisi akibat deforestasi dan degradasi hutan.
Kontribusi berbasis hasil tersebut juga digunakan untuk mendukung rencana operasional FOLU Net 2030 Indonesia.
“Sejauh ini, melalui kontribusi berbasis hasil, kami telah menyalurkan 216 juta dolar AS untuk mendukung hasil terverifikasi Indonesia dalam mengurangi emisi akibat deforestasi dan degradasi hutan. Kontribusi berbasis hasil ini mendukung rencana operasional FOLU Net 2030 Indonesia,” kata Glomm.
Kementerian Kehutanan dan BPDLH Berbagi Peran
Dalam kerja sama Indonesia-Norwegia tersebut, Pemerintah Norwegia memberikan dukungan melalui mekanisme Result-Based Contribution.
Kementerian Kehutanan RI bertanggung jawab terhadap pelaksanaan teknis berbagai kegiatan pengurangan emisi dari sektor FOLU.
Kementerian Kehutanan juga bertanggung jawab melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaan program, termasuk Implementing Partner dan para penerima manfaat.
Sementara itu, BPDLH berperan dalam mengelola serta menyalurkan dana kontribusi Norwegia untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan dalam program tersebut.
- Penulis :
- Shila Glorya




