HOME  ⁄  Ekonomi

Bahlil Sebut PLTS 100 GWp Bisa Pangkas Subsidi Listrik hingga Rp73 Triliun

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bahlil Sebut PLTS 100 GWp Bisa Pangkas Subsidi Listrik hingga Rp73 Triliun
Foto: Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hilirisasi) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia diwawancarai wartawan di sela-sela acara Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu 07/10/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) berpotensi menghemat subsidi listrik dalam APBN hingga Rp73 triliun.

Menurut Bahlil, efisiensi subsidi sekitar Rp70 triliun hingga Rp73 triliun dapat dicapai apabila keseluruhan pembangunan PLTS 100 GWp selesai.

“Dan ini InsyaAllah kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar Rp70 sampai Rp73 triliun,” ujar Menteri Bahlil dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu.

Program pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp tersebut membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS.

Tahap Awal Dibangun 14 PLTS Berkapasitas 5,3 GWp

Tahap awal program dimulai melalui pembangunan 14 PLTS dengan kapasitas keseluruhan mencapai 5,3 GWp.

Pembangunan tahap awal tersebut tersebar di enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Bahlil menilai potensi penghematan subsidi listrik menjadi penting mengingat besarnya anggaran pemerintah untuk subsidi dan kompensasi listrik.

Menurut Bahlil, total subsidi dan kompensasi listrik yang saat ini dibayarkan pemerintah telah mencapai lebih dari Rp200 triliun.

Besarnya anggaran tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menilai diperlukan inovasi dan langkah cepat dalam pengembangan sektor energi.

“Karena total subsidi dan kompensasi untuk di listrik sekarang udah lebih dari 200 triliun, besar sekali APBN kita Bapak, Ibu semua. Besar sekali. Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini,” ujar Menteri Bahlil.

Prabowo Targetkan PLTS 100 GWp Rampung Tiga Tahun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program PLTS berkapasitas 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Peluncuran tersebut sekaligus menandai peletakan batu pertama pembangunan tahap awal 14 PLTS berkapasitas total 5,3 GWp.

“Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” kata Prabowo.

Presiden menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Prabowo bahkan menantang tim di sektor energi untuk mempercepat penyelesaian pembangunan tersebut menjadi dua tahun.

Pemerintah Kejar Kemandirian Energi Nasional

Pengembangan PLTS 100 GWp menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan sekaligus mewujudkan kemandirian energi nasional.

Menurut Prabowo, kapasitas energi sebesar 100 GW dapat meningkatkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri dan mengurangi kerentanan terhadap perkembangan global.

“Intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia,” katanya.

Presiden juga menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero) bekerja cepat serta solid dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Pemerintah menempatkan percepatan pembangunan PLTS 100 GWp sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi sekaligus menekan beban subsidi serta kompensasi listrik dalam APBN.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026