HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Pekalongan Kembangkan Melon Kirana, Panen dalam 55 Hari dengan Harga Jual Rp30 Ribu per Kilogram

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Pekalongan Kembangkan Melon Kirana, Panen dalam 55 Hari dengan Harga Jual Rp30 Ribu per Kilogram
Foto: (Sumber :Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis Doan (nomor 3 dari kiti) bersama Kadis Pertanian dan Pangan Lili Sulistyawati (nomor 4 dari kiri) pada kegiatan panen melon Kirana di pekalongan, belum lama ini. (ANTARA/Dokumen Pribadi).)

Pantau - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengembangkan budi daya melon varietas Kirana sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi pertanian perkotaan dengan masa panen mulai 55 hari setelah tanam.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati mengatakan pengembangan melon Kirana memiliki prospek ekonomi karena masa panennya relatif singkat dan harga jualnya mencapai sekitar Rp30 ribu per kilogram.

Budi daya yang dimulai pada 5 Agustus 2026 tersebut telah memasuki masa panen dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 90 persen.

Dari 78 tanaman yang dibudidayakan, sebanyak 70 tanaman berhasil dipanen dengan total produksi sekitar 56 kilogram.

Melon Kirana Bisa Dipanen Mulai 55 Hari Setelah Tanam

Lili menjelaskan bahwa melon Kirana dipilih karena memiliki masa pertumbuhan yang relatif singkat dibandingkan sejumlah tanaman hortikultura lainnya.

"Melon yang ditanam merupakan varietas Kirana ini memiliki umur panen relatif singkat yakni mulai 55 hari setelah tanam. Penanaman dimulai pada 5 Agustus 2026 dan sekarang sudah bisa dipanen," katanya di Pekalongan, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, pengembangan melon tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan lahan perkotaan untuk kegiatan pertanian produktif.

Selain memiliki masa panen singkat, varietas Kirana dinilai memiliki ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit.

Lili menyebut tingkat keberhasilan budi daya melon Kirana dapat mencapai sekitar 90 persen.

Ketahanan tanaman tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan panen dalam kegiatan pengembangan hortikultura di Kota Pekalongan.

Sebanyak 70 Tanaman Hasilkan 56 Kilogram Melon

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan mencatat hasil panen melon Kirana mencapai sekitar 56 kilogram dari 70 tanaman yang berhasil dipanen.

Jumlah tersebut berasal dari populasi awal sebanyak 78 tanaman.

"Dari populasi sebanyak 78 tanaman, sekitar 70 tanaman sukses dipanen dengan total produksi mencapai sekitar 56 kilogram. Rata-rata bobot buah yang dihasilkan sekitar 0,8 kilogram per buah," katanya.

Dengan hasil tersebut, tingkat keberhasilan panen mencapai sekitar 89,7 persen dari jumlah tanaman awal.

Rata-rata bobot buah yang dihasilkan mencapai 0,8 kilogram atau sekitar 800 gram per buah.

Lili menyampaikan bahwa hasil panen tersebut selanjutnya dapat dipasarkan untuk memberikan manfaat ekonomi dari kegiatan budi daya.

Dalam penjelasannya, Lili didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Ani Kusumaningrum.

Harga Melon Premium Capai Rp30 Ribu per Kilogram

Selain mendukung produksi pangan lokal, pengembangan melon Kirana dinilai memiliki peluang ekonomi melalui penjualan hasil panen.

Lili menyebut melon premium dapat dipasarkan dengan harga sekitar Rp30 ribu per kilogram.

"Dari sisi ekonomi, budi daya melon premium dapat dipasarkan dengan harga sekitar Rp30 ribu per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan untuk budi daya tanaman hortikultura tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga berpeluang memberikan nilai tambah secara ekonomi," katanya.

Dengan asumsi seluruh hasil panen sebanyak 56 kilogram terjual pada harga tersebut, potensi pendapatan kotor mencapai sekitar Rp1,68 juta.

Nilai tersebut merupakan perkiraan pendapatan sebelum dikurangi biaya produksi dan operasional budi daya.

Menurut Lili, hasil penjualan melon dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian.

Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli bibit, pupuk, obat-obatan tanaman, serta memenuhi kebutuhan perawatan lainnya.

Pemkot Pekalongan Dorong Pertanian Perkotaan Produktif

Pemerintah Kota Pekalongan menjadikan pengembangan tanaman hortikultura sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan daerah.

Melalui budi daya melon Kirana, pemerintah daerah berupaya menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Masa panen yang relatif singkat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan komoditas tersebut.

Selain itu, tingkat keberhasilan panen yang mendekati 90 persen menjadi hasil awal dari kegiatan budi daya yang telah dilaksanakan.

Pemerintah daerah juga melihat peluang pemanfaatan pendapatan hasil panen untuk membiayai kembali kebutuhan produksi.

Pengembangan melon Kirana diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian perkotaan sekaligus memperkuat ketersediaan pangan dan potensi ekonomi lokal.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan
FLOII 2026