HOME  ⁄  Ekonomi

Bank Indonesia Catat Penjualan Eceran Agustus 2026 Tumbuh 1,3 Persen, Sektor Makanan dan Suku Cadang Jadi Pendorong

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bank Indonesia Catat Penjualan Eceran Agustus 2026 Tumbuh 1,3 Persen, Sektor Makanan dan Suku Cadang Jadi Pendorong
Foto: (Sumber :Logo Bank Indonesia. ANTARA/HO-Dokumentasi/pri.)

Pantau - Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan eceran nasional pada Agustus 2026 tumbuh sebesar 1,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 sebesar 1,1 persen, didorong oleh penjualan makanan, minuman, tembakau, serta suku cadang dan aksesori.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan peningkatan tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 yang mencapai level 226,5.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (9/10/2026), BI menyebut kinerja penjualan eceran juga mengalami perbaikan secara bulanan seiring terjaganya permintaan masyarakat pada periode peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Secara bulanan, penjualan eceran tumbuh 0,8 persen pada Agustus 2026 setelah mengalami kontraksi 0,1 persen pada Juli 2026.

Penjualan Makanan dan Suku Cadang Dorong Pertumbuhan Eceran

Hasil Survei Penjualan Eceran BI menunjukkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penopang pertumbuhan penjualan pada Agustus 2026.

Kelompok tersebut mencatat indeks sebesar 323,5 dengan pertumbuhan tahunan mencapai 2,6 persen.

Sementara itu, kelompok suku cadang dan aksesori mencatat indeks sebesar 141,5 dengan pertumbuhan tahunan 3,9 persen.

Kinerja kedua kelompok tersebut berkontribusi terhadap peningkatan IPR nasional dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, IPR Agustus 2026 berada pada level 226,5 dengan pertumbuhan tahunan 1,3 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 yang tercatat sebesar 1,1 persen.

Momentum Hari Kemerdekaan Dukung Penjualan Bulanan

BI mencatat penjualan eceran pada Agustus 2026 mengalami pemulihan secara bulanan setelah mencatat kontraksi pada Juli.

Pertumbuhan bulanan sebesar 0,8 persen menunjukkan peningkatan penjualan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut BI, kondisi tersebut sejalan dengan permintaan masyarakat yang tetap terjaga selama periode peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada Juli 2026, penjualan eceran tercatat turun 0,1 persen secara bulanan.

Perubahan dari kontraksi menjadi pertumbuhan tersebut mencerminkan perbaikan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026.

BI Proyeksikan Penjualan Eceran September Tumbuh 1,4 Persen

Bank Indonesia memperkirakan penjualan eceran pada September 2026 tetap tumbuh secara tahunan.

IPR September 2026 diprakirakan mencapai level 221,3 dengan pertumbuhan sebesar 1,4 persen dibandingkan September 2025.

Pertumbuhan tersebut diperkirakan sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi Agustus 2026 sebesar 1,3 persen.

BI menyebut peningkatan penjualan tahunan pada September diperkirakan ditopang oleh beberapa kelompok barang.

Kelompok barang lainnya diprakirakan mencatat indeks sebesar 85,5 dengan pertumbuhan tahunan 7,8 persen.

Kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya diperkirakan tumbuh 1,0 persen secara tahunan dengan indeks 85,4.

Sementara itu, kelompok barang budaya dan rekreasi diprakirakan tumbuh 1,8 persen secara tahunan dengan indeks 60,2.

Ketiga kelompok tersebut diperkirakan menjadi pendorong pertumbuhan penjualan eceran pada September 2026.

Penjualan September Diperkirakan Turun 2,3 Persen secara Bulanan

Meski diproyeksikan meningkat secara tahunan, penjualan eceran pada September 2026 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan Agustus.

BI memperkirakan IPR September terkontraksi sebesar 2,3 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya penjualan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Kelompok tersebut diprakirakan mengalami kontraksi sebesar 3,2 persen secara bulanan.

Dengan demikian, proyeksi BI menunjukkan penjualan eceran September masih tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi menurun dibandingkan Agustus 2026.

Ekspektasi Tekanan Inflasi November 2026 dan Februari 2027 Meningkat

Selain mencatat perkembangan penjualan eceran, BI melaporkan adanya peningkatan ekspektasi tekanan harga pada November 2026 dan Februari 2027.

Hasil survei menunjukkan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2026 berada pada level 149,9.

Angka tersebut meningkat dibandingkan indeks periode sebelumnya yang tercatat sebesar 146,5.

Sementara itu, IEH Februari 2027 mencapai level 177,9, lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya sebesar 166,0.

Kenaikan kedua indeks tersebut menunjukkan bahwa responden survei memperkirakan tekanan kenaikan harga akan meningkat pada periode mendatang.

Hasil Survei Penjualan Eceran BI menjadi salah satu indikator untuk memantau perkembangan konsumsi masyarakat, aktivitas perdagangan eceran, dan ekspektasi harga di Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026