HOME  ⁄  Ekonomi

BI Bali Prediksi Kelangkaan BBM Berdampak Terbatas pada Ekonomi, Pertumbuhan Bisa Terkoreksi 0,019 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BI Bali Prediksi Kelangkaan BBM Berdampak Terbatas pada Ekonomi, Pertumbuhan Bisa Terkoreksi 0,019 Persen
Foto: (Sumber :Antrean konsumen membeli BBM masih terjadi di salah satu SPBU di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (14/10/2026) ANTARA/Andi Purnomo.)

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkirakan kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi sejak 7 Oktober 2026 hanya berdampak terbatas dan sementara terhadap perekonomian daerah, meskipun antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga Rabu (14/10/2026).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani mengatakan proses pemulihan pasokan dan distribusi BBM yang sedang berlangsung menjadi faktor penting dalam membatasi dampak terhadap aktivitas ekonomi.

“Mengingat proses normalisasi pasokan dan distribusi BBM sedang berlangsung, dampak terhadap perekonomian daerah diprakirakan tetap terbatas dan bersifat sementara,” kata Achris di Denpasar, Rabu.

Berdasarkan simulasi BI, keterbatasan BBM selama tiga hingga lima hari diperkirakan mengoreksi pertumbuhan ekonomi Bali sekitar 0,014 persen, sedangkan gangguan selama tujuh hari berpotensi meningkatkan koreksi menjadi sekitar 0,019 persen.

Kelangkaan BBM Ganggu Transportasi Wisata dan Operasional Hotel

Achris menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan BBM dalam beberapa hari terakhir terutama memengaruhi mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Sejumlah pelaku usaha dilaporkan mengalami keterlambatan aktivitas operasional akibat kendala memperoleh bahan bakar.

Gangguan tersebut mencakup layanan transportasi wisatawan serta penjemputan dan pengantaran tamu hotel.

Selain itu, pengiriman kebutuhan operasional usaha seperti bahan makanan, minuman, dan layanan binatu juga mengalami keterlambatan.

Meski demikian, BI mencatat kegiatan usaha secara umum masih berlangsung dan belum menunjukkan gangguan signifikan terhadap keseluruhan perekonomian Bali.

BI Hitung Dampak Kelangkaan BBM terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Bank Indonesia melakukan simulasi untuk memperkirakan pengaruh keterbatasan pasokan BBM terhadap pertumbuhan ekonomi Bali.

Apabila kendala berlangsung selama tiga hingga lima hari, pertumbuhan ekonomi daerah diperkirakan mengalami koreksi sekitar 0,014 persen.

Sementara itu, apabila gangguan pasokan berlanjut hingga tujuh hari, koreksi pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai sekitar 0,019 persen.

Perhitungan tersebut merupakan proyeksi berdasarkan skenario durasi gangguan pasokan, bukan realisasi penurunan pertumbuhan ekonomi.

BI menilai percepatan normalisasi distribusi BBM dapat membantu membatasi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

Harga Pangan Masih Stabil, Inflasi Diperkirakan Terkendali

Dari sisi inflasi, BI Bali mencatat pasokan barang kebutuhan masyarakat di sejumlah pasar tradisional masih relatif terjaga.

Hasil pemantauan terhadap pelaku usaha juga menunjukkan harga komoditas pangan secara umum masih stabil.

“Hingga saat ini belum terdapat indikasi tekanan harga yang meluas akibat keterbatasan BBM mengingat persediaan bahan pangan masih mencukupi,” kata dia.

Meski demikian, BI tetap mewaspadai kemungkinan kenaikan biaya distribusi dan logistik dalam jangka pendek.

Berdasarkan simulasi, keterbatasan BBM selama tiga hingga lima hari diperkirakan memberikan tambahan tekanan inflasi sekitar 0,010 persen.

Apabila kendala berlangsung hingga tujuh hari, dampaknya terhadap inflasi Bali diperkirakan mencapai sekitar 0,018 persen.

“Saat ini percepatan pemulihan pasokan dan distribusi BBM sedang berlangsung, dampak terhadap inflasi Bali diperkirakan tetap terkendali,” ucapnya.

Pertamina Salurkan BBM Bertahap melalui Dua Terminal di Bali

Keterbatasan pasokan BBM di sejumlah SPBU Bali mulai terjadi pada Rabu (7/10/2026).

Menurut Pertamina, gangguan tersebut disebabkan kendala teknis dalam proses bongkar muat BBM dari kapal tanker.

Untuk memulihkan pasokan, Pertamina melakukan penyaluran BBM secara bertahap melalui dua terminal utama di Bali.

Kedua fasilitas tersebut adalah Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar.

BBM dari kedua terminal kemudian didistribusikan ke sejumlah SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, hingga Rabu (14/10/2026) pagi, antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU di Tabanan, Denpasar, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Singaraja, Kabupaten Buleleng.

BI Bali Perkuat Koordinasi dengan Pertamina dan TPID

BI Bali menyatakan akan memperkuat kerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengantisipasi dampak lanjutan keterbatasan BBM.

Koordinasi dengan Pertamina juga dilakukan guna mendukung kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan bakar.

Perhatian khusus diberikan pada distribusi BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

BI memperkirakan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi Bali tetap terbatas selama proses normalisasi pasokan berlangsung sesuai upaya pemulihan yang sedang dilakukan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026