HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Bawa Semangat Bandung ke Sidang PBB, Dorong Kedaulatan Ekonomi dan Pembangunan Afrika

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia Bawa Semangat Bandung ke Sidang PBB, Dorong Kedaulatan Ekonomi dan Pembangunan Afrika
Foto: (Sumber :Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, Duta Besar Umar Hadi saat berpidato dalam Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, Senin (12/10/2026). (ANTARA/HO-Kemlu).)

Pantau - Indonesia kembali mengusung Semangat Bandung dalam Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, dengan mendorong penguatan kedaulatan ekonomi, investasi sumber daya manusia, serta kerja sama pembangunan berkelanjutan di Afrika.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, dalam sidang yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) dan membahas kemajuan pembangunan Afrika serta dukungan masyarakat internasional.

Pertemuan tersebut juga membahas transformasi dari New Partnership for Africa's Development (NEPAD) menuju Agenda 2063 Uni Afrika yang menargetkan terwujudnya kawasan Afrika yang makmur, terintegrasi, dan damai.

"Indonesia berdiri bersama Afrika sebagai mitra, berlandaskan solidaritas dan saling menghormati," kata Umar Hadi dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dalam pidatonya, Umar mengingatkan kembali pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung mengenai pentingnya perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam menentukan masa depan secara mandiri.

Menurutnya, lebih dari tujuh dekade setelah konferensi bersejarah tersebut, negara-negara Asia dan Afrika telah menunjukkan berbagai kemajuan serta semakin berperan dalam menentukan arah pembangunan global.

Indonesia Dorong Tiga Prioritas Pembangunan Ekonomi Afrika

Indonesia menyambut positif perkembangan ekonomi Afrika yang diperkirakan tumbuh sebesar 4,4 persen pada 2025.

Dari pertumbuhan tersebut, sebanyak 22 negara Afrika tercatat memiliki pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi dan potensi besar negara-negara Afrika dalam mewujudkan target pembangunan jangka panjang melalui Agenda 2063 Uni Afrika.

Meski demikian, Indonesia menilai kawasan Afrika masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat percepatan pembangunan.

Tantangan tersebut mencakup tingginya biaya pinjaman, keterbatasan akses pembiayaan pembangunan, serta belum optimalnya pemanfaatan kekayaan sumber daya alam untuk meningkatkan nilai ekonomi nasional.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Umar Hadi menyampaikan tiga prioritas yang dinilai penting dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di Afrika.

Prioritas pertama adalah memperkuat kedaulatan ekonomi melalui penciptaan nilai tambah terhadap sumber daya alam yang dimiliki masing-masing negara.

Indonesia menawarkan pengalaman hilirisasi industri sebagai salah satu pendekatan dalam meningkatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya nasional.

Prioritas kedua adalah meningkatkan investasi pada pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan kerja sama pendidikan, pelatihan pertanian, serta peningkatan keterampilan masyarakat di berbagai sektor produktif.

Sementara itu, prioritas ketiga adalah menerjemahkan Semangat Bandung menjadi bentuk kemitraan nyata melalui perdagangan, investasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Semangat Konferensi Asia Afrika 1955 Jadi Landasan Kerja Sama

Dalam forum PBB tersebut, Indonesia kembali menegaskan pentingnya nilai solidaritas, kesetaraan, dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara sebagaimana tercermin dalam Konferensi Asia Afrika 1955.

Semangat tersebut dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang dialami negara-negara berkembang.

Indonesia menempatkan hubungan dengan Afrika sebagai kemitraan yang dibangun atas dasar kepentingan bersama dan saling menghormati.

Umar Hadi menekankan bahwa kerja sama internasional perlu diarahkan pada langkah konkret yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesia mendorong agar negara-negara Afrika dapat memperoleh manfaat lebih besar dari kekayaan sumber daya alam dan peluang investasi yang tersedia.

Kerja sama pembangunan juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan negara-negara Afrika dalam menentukan kebijakan ekonomi sesuai kebutuhan nasional masing-masing.

Sebanyak 500 Peserta Afrika Ikuti Program Kerja Sama Indonesia

Indonesia turut menyampaikan berbagai capaian kerja sama pembangunan yang telah dilaksanakan bersama negara-negara Afrika dalam satu dekade terakhir.

Umar Hadi mengungkapkan bahwa sekitar 500 peserta dari Afrika telah memperoleh manfaat melalui lebih dari 60 proyek Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular Indonesia.

Program tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, termasuk kesehatan, teknologi pertanian, dan peternakan.

Melalui kegiatan tersebut, Indonesia memberikan dukungan peningkatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan untuk membantu pengembangan sumber daya manusia di negara-negara mitra.

Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarnegara berkembang melalui pertukaran pengalaman pembangunan.

Selain pengembangan kapasitas, Indonesia terus memperluas hubungan ekonomi dengan Afrika melalui berbagai forum bisnis dan investasi.

Forum Indonesia-Afrika Hasilkan Kesepakatan Bisnis Miliaran Dolar AS

Hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Afrika menunjukkan perkembangan melalui sejumlah forum kerja sama yang diselenggarakan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2018, Forum Indonesia-Afrika pertama menghasilkan kesepakatan bisnis dengan nilai hampir 600 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Kerja sama tersebut kemudian berlanjut melalui penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue pada 2019 yang menghasilkan kesepakatan senilai lebih dari 800 juta dolar AS.

Sementara itu, Forum Indonesia-Afrika kedua pada 2024 mencatatkan hasil lebih besar dengan tercapainya 32 kesepakatan kerja sama.

Total nilai kesepakatan dalam forum tersebut mencapai lebih dari 3,5 miliar dolar AS yang mencakup berbagai sektor strategis.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Afrika.

Melalui Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap pembangunan Afrika melalui penguatan kedaulatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan perluasan kemitraan internasional.

Indonesia juga mendorong agar nilai-nilai Semangat Bandung terus diwujudkan melalui kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi pembangunan berkelanjutan di negara-negara Asia dan Afrika.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026