
Pantau - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendukung Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia memperkuat ekosistem bisnis peternak ayam dan telur dari hulu hingga hilir melalui integrasi dengan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dukungan tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono dalam kegiatan Chicken and Egg Run 2026 yang diselenggarakan Pinsar Indonesia di Yogyakarta, Minggu (18/10/2026).
Kemenkop menilai koperasi dapat menjadi sarana untuk memperkuat tata kelola usaha, memperluas akses pembiayaan, serta membantu pemasaran hasil peternakan secara langsung kepada masyarakat.
"Pinsar ini bisa menguatkan organisasinya melalui koperasi karena koperasi akan menjadi ekosistem di mana akan membantu dari hulu sampai hilir, sekaligus kita akan mendukung tata kelolanya dan mendorong akses pembiayaannya," ujar Koko Haryono.
Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Saluran Pemasaran Hasil Peternak
Koko menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sedang memasuki tahap pembangunan fisik di berbagai daerah diharapkan dapat bekerja sama dengan peternak lokal.
Melalui kerja sama tersebut, para peternak berpeluang memasarkan hasil produksi ayam dan telur langsung ke wilayah sekitar koperasi.
Skema ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara peternak sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen.
"Nanti kalau sudah berjalan bisnisnya, peternak-peternak bisa masuk ke dalam Koperasi Merah Putih dan hasil peternakannya berupa ayam maupun telur bisa dipasarkan langsung ke wilayah Koperasi Merah Putih sekitar," kata dia.
Selain mendukung pemasaran, Kemenkop juga berkomitmen mendorong penguatan tata kelola koperasi dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha peternakan.
Integrasi tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membangun ekosistem usaha perunggasan yang lebih terhubung dari proses produksi hingga distribusi.
Pinsar Soroti Rendahnya Konsumsi Ayam dan Telur di Indonesia
Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko menyambut baik dukungan Kemenkop terhadap pengembangan usaha peternakan melalui Koperasi Merah Putih.
Singgih mengatakan sektor perunggasan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk rendahnya konsumsi ayam dan telur per kapita dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Menurutnya, peningkatan konsumsi protein hewani perlu terus didorong melalui edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan Chicken and Egg Run 2026 menjadi salah satu upaya Pinsar untuk memperkenalkan manfaat konsumsi ayam dan telur sebagai sumber protein hewani.
"Harapan kita dengan acara ini meningkatkan pembelajaran lebih awal pengetahuan kepada masyarakat bahwa ayam dan telur adalah protein termurah, terutama untuk generasi kita ke depan supaya mereka mempunyai kualitas kecerdasan yang baik," tutur Singgih.
Koko juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai membantu mengampanyekan peningkatan konsumsi protein hewani di tengah masyarakat.
Harga Jagung Mahal Jadi Kendala Peternak Unggas
Selain persoalan konsumsi, Singgih menyoroti tingginya harga bahan baku pakan ternak, terutama jagung, yang masih menjadi kendala bagi peternak unggas.
Harga jagung yang mahal dinilai memengaruhi biaya produksi ayam dan telur sehingga menjadi perhatian pelaku usaha perunggasan.
Pinsar berharap pemerintah dapat membantu menyelesaikan persoalan bahan baku pakan agar biaya produksi peternak dapat ditekan.
"Harapan pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah jagung ini, sehingga dengan pakan murah, maka harga ayam dan telur juga murah bagi masyarakat," tutup Singgih.
Melalui dukungan Kemenkop dan pengembangan Koperasi Merah Putih, Pinsar berharap ekosistem usaha peternakan semakin kuat, akses pasar lebih luas, dan tantangan biaya produksi dapat ditangani.
- Penulis :
- Gerry Eka




