
Pantau - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyediakan lahan seluas 3.000 meter persegi untuk pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan jemaah haji dan umrah.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga telah menyerahkan bantuan sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji Makassar.
Keterangan tersebut disampaikan Andi Sudirman di Makassar, Senin (19/10/2026), sebagai bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Penyediaan lahan dan bantuan pembangunan masjid tersebut menjadi dua bentuk dukungan Pemprov Sulsel terhadap penguatan fasilitas pelayanan keagamaan di daerah.
Pemprov Sulsel Sediakan Lahan untuk Kantor Wilayah Kementerian Haji
Andi Sudirman mengatakan lahan seluas 3.000 meter persegi telah disiapkan untuk lokasi pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan.
Penyediaan lahan tersebut merupakan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah di tingkat provinsi.
Selain menyediakan lahan, Pemprov Sulsel turut mendukung pengembangan sarana ibadah melalui bantuan pembangunan masjid di lingkungan Asrama Haji Makassar.
Bantuan senilai Rp10 miliar tersebut telah diserahkan oleh pemerintah provinsi untuk mendukung pembangunan fasilitas masjid.
Gubernur berharap kerja sama pemerintah pusat dan daerah dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji maupun umrah.
“Insya Allah, melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, kita berharap pelayanan jemaah semakin baik dan UMKM Sulsel semakin berdaya saing,” tutur Andi Sudirman.
Ia juga mendoakan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia agar senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas.
Menteri Haji Sebut Sulsel Sumbang 25 Persen Belanja Jemaah Nasional
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya mengungkapkan bahwa nilai belanja jemaah haji Indonesia secara nasional mencapai sekitar Rp4 triliun.
Dari jumlah tersebut, Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen atau setara Rp1 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat menghadiri kegiatan UMKM Expo Sulsel 2026 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa belanja jamaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun, dengan Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen," ujarnya.
Besarnya nilai belanja jemaah haji tersebut dinilai menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di Sulawesi Selatan.
Irfan Yusuf mendorong pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan memanfaatkan kebutuhan jemaah haji serta umrah sebagai peluang pengembangan usaha.
Kemenhaj Dorong UMKM Sulsel Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah
Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Menurutnya, aktivitas jemaah beserta berbagai kebutuhan pendukung turut menciptakan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di daerah.
Kebutuhan barang dan layanan dalam penyelenggaraan haji serta umrah membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Karena itu, pelaku usaha didorong agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Irfan Yusuf menilai potensi belanja jemaah yang besar perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam kegiatan ekonomi terkait penyelenggaraan ibadah.
Melalui penyediaan lahan Kantor Wilayah Kemenhaj, bantuan pembangunan masjid Asrama Haji Makassar, dan dukungan terhadap UMKM, Pemprov Sulsel berharap pelayanan jemaah serta kegiatan ekonomi masyarakat dapat terus berkembang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




