HOME  ⁄  Ekonomi

BI Purwokerto Perkuat Ekonomi Syariah Banyumas Raya, Sembilan UMKM Tembus ISEF 2026 dan Produk Banjarnegara Raih Juara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BI Purwokerto Perkuat Ekonomi Syariah Banyumas Raya, Sembilan UMKM Tembus ISEF 2026 dan Produk Banjarnegara Raih Juara
Foto: (Sumber :Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina. ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Banyumas Raya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal, pemberdayaan pesantren, digitalisasi keuangan sosial syariah, serta peningkatan literasi masyarakat.

Program tersebut mencakup empat kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina mengatakan penguatan ekonomi syariah daerah menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus mendukung pengembangan industri halal nasional.

"Penguatan tersebut sejalan dengan upaya nasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia," kata Aswin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026).

Salah satu langkah yang dilakukan Bank Indonesia adalah memfasilitasi sembilan UMKM binaan untuk mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-13 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Sembilan UMKM Banyumas Raya Ikuti ISEF 2026 di Jakarta

Aswin menjelaskan bahwa sembilan UMKM atau Pelaku Usaha Syariah (PUS) binaan KPwBI Purwokerto mendapatkan kesempatan memperkenalkan produk unggulan daerah dalam ajang ISEF 2026.

Para pelaku usaha tersebut berasal dari wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Produk yang dipamerkan mencakup berbagai kuliner halal dan batik khas daerah.

Keikutsertaan UMKM dalam pameran tersebut bertujuan memperluas akses pasar, membuka peluang kemitraan usaha, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha juga berkesempatan memperkenalkan produk kepada calon pembeli dan mitra bisnis dari berbagai daerah.

Bank Indonesia berharap partisipasi UMKM Banyumas Raya dapat memperkuat pengembangan industri halal dan memperluas peluang pemasaran produk daerah.

Produk Rempah Banjarnegara Raih Juara Kedua Kompetisi Halal Internasional

Partisipasi UMKM Banyumas Raya dalam ISEF 2026 turut menghasilkan prestasi melalui produk unggulan asal Kabupaten Banjarnegara.

Thulada Lumbung Rempah berhasil meraih juara kedua dalam Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) 2026 untuk kategori Produk UMKM IKRA.

Kompetisi tersebut menjadi salah satu ajang yang mempertemukan produk UMKM dengan penilai dari berbagai negara.

Menurut Aswin, kegiatan itu melibatkan 10 juri yang merupakan pimpinan koki dari 10 negara.

Para juri tersebut juga dinilai berpotensi menjadi pembeli produk yang mengikuti kompetisi.

Aswin berharap prestasi Thulada Lumbung Rempah dapat membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas, termasuk akses menuju pasar internasional.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan Banjarnegara dalam ekosistem industri halal.

BI Purwokerto Dorong Kemandirian Ekonomi Lima Pesantren

Selain mengembangkan UMKM halal, KPwBI Purwokerto juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi pesantren.

Program tersebut menyasar santri dan pengelola dari lima pesantren di wilayah Banyumas Raya.

Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha.

Bank Indonesia juga memberikan pendampingan pelaporan keuangan melalui aplikasi Sistem Informasi Pelaku Usaha Syariah Bank Indonesia (SIPUSBI).

Pemanfaatan aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan administrasi dan keuangan usaha pesantren.

Di bidang pertanian, peserta mendapatkan pelatihan budi daya cabai menggunakan metode Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik pertanian yang baik.

Selain itu, peningkatan kompetensi teknologi digital bagi santri turut menjadi bagian dari program pemberdayaan.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia mendorong penguatan kemampuan usaha dan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.

Digitalisasi Zakat dan Wakaf Diperkuat melalui QRIS

Pengembangan ekonomi syariah di Banyumas Raya juga dilakukan melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keuangan sosial syariah.

Aswin mengatakan Bank Indonesia memberikan edukasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau Ziswaf.

Program tersebut turut menyasar pengurus masjid agar pengelolaan dana sosial keagamaan dapat memanfaatkan layanan pembayaran digital.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendukung transaksi pembayaran secara nontunai.

Pemanfaatan QRIS diharapkan dapat memberikan pilihan metode pembayaran bagi masyarakat dalam menyalurkan dana sosial keagamaan.

Selain edukasi keuangan sosial syariah, KPwBI Purwokerto juga menjalankan kegiatan literasi ekonomi syariah bagi UMKM dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dipadukan dengan promosi produk lokal untuk memperluas pemahaman mengenai potensi ekonomi halal di daerah.

BI Promosikan Wisata Ramah Muslim Purbalingga

Bank Indonesia turut memanfaatkan ISEF 2026 untuk memperkenalkan potensi pariwisata ramah Muslim di Banyumas Raya.

Salah satu destinasi yang dipromosikan adalah Desa Wisata Lembah Asri Serang (D'LAS) di Kabupaten Purbalingga.

Promosi tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang tidak hanya berfokus pada produk makanan dan fesyen halal.

Sektor pariwisata juga menjadi salah satu bidang yang didorong agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui promosi tersebut, potensi wisata lokal Purbalingga diperkenalkan dalam kegiatan ekonomi syariah berskala nasional.

ISEF 2026 Catat Transaksi Rp13,85 Miliar dan Penjajakan Bisnis Rp3,16 Triliun

Berdasarkan data penyelenggaraan, ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar.

Sementara itu, nilai business matching atau penjajakan kerja sama bisnis dalam pembiayaan dan perdagangan syariah mencapai Rp3,16 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya nilai transaksi penjualan dan potensi kerja sama bisnis yang tercatat selama penyelenggaraan kegiatan.

Aswin menegaskan bahwa Bank Indonesia Purwokerto akan melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah.

"Ke depan, BI Purwokerto bersama pemerintah daerah dan mitra strategis akan terus memperkuat industri halal, pemberdayaan pesantren, keuangan sosial syariah, serta pengembangan UMKM dan wastra lokal agar semakin berdaya saing dan memberikan manfaat bagi perekonomian Banyumas Raya," kata Aswin.

Penguatan tersebut akan diarahkan pada pengembangan industri halal, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemberdayaan pesantren, dan perluasan pemanfaatan layanan keuangan syariah di wilayah Banyumas Raya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026