HOME  ⁄  Ekonomi

Kelangkaan BBM di Bali Tak Berdampak Signifikan pada Kunjungan Wisatawan, Dispar Catat 24 Ribu Turis per Hari

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kelangkaan BBM di Bali Tak Berdampak Signifikan pada Kunjungan Wisatawan, Dispar Catat 24 Ribu Turis per Hari
Foto: Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya saat diwawancara soal dampak krisis BBM ke kunjungan wisatawan di Denpasar, Selasa 20/10/2026 (sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Pantau - Dinas Pariwisata (Dispar) Bali memastikan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Dewata selama sepekan terakhir tidak berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik.

Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya menyatakan bahwa berdasarkan data kunjungan wisatawan, tidak ditemukan penurunan drastis akibat gangguan ketersediaan dan distribusi BBM tersebut.

"Kalau berdampak dari jumlah kunjungan baik wisman maupun domestik, saya rasa dari data yang ada tidak ada ya yang drastis itu berdampak seperti itu," kata Sumarajaya di Denpasar, Selasa (20/10).

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada pertengahan Oktober 2026 masih berada pada kisaran 22 ribu hingga 24 ribu orang per hari.

Angka tersebut dinilai relatif stabil meskipun sejumlah wilayah Bali sempat mengalami antrean kendaraan akibat keterbatasan pasokan bahan bakar.

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali Tetap Stabil

Sumarajaya menjelaskan bahwa arus kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan dengan kondisi pada September 2026.

Berdasarkan data Dispar Bali, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang September 2026 mencapai 745.186 kunjungan.

Dari jumlah tersebut, rata-rata kedatangan wisatawan asing ke Bali mencapai sekitar 24.839 kunjungan per hari.

Sementara itu, pada pertengahan Oktober 2026, jumlah kunjungan harian masih berada pada kisaran 22 ribu hingga 24 ribu wisatawan mancanegara.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan distribusi BBM yang terjadi selama sepekan terakhir tidak sampai menyebabkan penurunan besar dalam arus kedatangan wisatawan asing.

Dispar Bali juga menilai bahwa aktivitas pariwisata secara umum masih dapat berjalan meskipun sempat menghadapi kendala ketersediaan bahan bakar.

Agen Perjalanan Wisata Sempat Mengatur Ulang Jadwal Kunjungan

Meski jumlah wisatawan relatif stabil, Dispar Bali mengakui bahwa kelangkaan BBM sempat menimbulkan penyesuaian dalam pelaksanaan perjalanan wisata di sejumlah wilayah.

Penyesuaian tersebut terutama berkaitan dengan pengaturan ulang jadwal perjalanan dan rute kunjungan menuju daya tarik wisata (DTW) yang telah direncanakan agen perjalanan.

"Mungkin laporan dari travel-travel ya mungkin ada pengaturan kembali tentang jadwal ke daya tarik wisata (DTW) dan sebagainya, mungkin itu saja, kemarin sudah ditangani dengan cepat," ujar Sumarajaya.

Menurutnya, sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata perlu menyesuaikan rute dan jadwal untuk mengantisipasi kendala ketersediaan bahan bakar selama gangguan distribusi berlangsung.

Namun, hingga pernyataan tersebut disampaikan, Dispar Bali belum menerima keluhan resmi dari agen perjalanan terkait dampak kelangkaan BBM terhadap kegiatan usaha mereka.

Dispar Bali juga belum menerima laporan mengenai pembatalan kunjungan wisatawan yang secara langsung disebabkan oleh persoalan ketersediaan bahan bakar.

"Sampai saat ini belum ada yang menyatakan komplain secara langsung, tetapi yang menyampaikan bahwa harus ada merencanakan kembali dari rute-rute yang sudah di atas hari-harinya ada," tutur Sumarajaya.

Sumarajaya menegaskan bahwa kendala distribusi BBM telah ditangani dengan cepat sehingga tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap aktivitas pariwisata Bali.

Pertamina Tambah Pasokan BBM, Antrean Kendaraan Mulai Berkurang

Sementara itu, kondisi antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM di sejumlah wilayah Bali dilaporkan mulai berangsur membaik setelah dilakukan penambahan pasokan bahan bakar.

Pertamina mendatangkan tambahan pasokan BBM melalui Depo Sanggaran dan Depo Manggis untuk memperkuat ketersediaan bahan bakar di Pulau Dewata.

Penambahan pasokan tersebut membantu memperlancar distribusi sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi akibat keterbatasan BBM.

Selain langkah dari Pertamina, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga menerapkan sejumlah pengaturan pembelian bahan bakar untuk membantu menjaga kelancaran distribusi.

Pengaturan tersebut mencakup penerapan skema pembelian BBM berdasarkan sistem ganjil-genap serta pembatasan volume pembelian bahan bakar.

Kebijakan tersebut dijalankan bersamaan dengan upaya pemulihan pasokan untuk mengendalikan permintaan dan memperbaiki kondisi antrean kendaraan.

Dispar Bali Minta Pertamina Antisipasi Gangguan Distribusi BBM

Sumarajaya berharap Pertamina dapat meningkatkan langkah antisipasi terhadap sistem distribusi BBM agar persoalan kelangkaan bahan bakar tidak kembali terjadi.

Menurutnya, kelancaran distribusi BBM menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, pelaku usaha perjalanan, serta aktivitas transportasi wisata di Bali.

"Harapan ke depan kepada Pertamina agar tidak terulang lagi soal distribusi," kata Sumarajaya.

Dispar Bali menilai bahwa perbaikan distribusi BBM perlu terus dijaga untuk memastikan aktivitas pariwisata dan transportasi wisata dapat berlangsung tanpa hambatan.

Dengan mulai membaiknya pasokan bahan bakar dan tetap stabilnya jumlah kunjungan wisatawan, Dispar Bali memastikan persoalan kelangkaan BBM yang sempat terjadi tidak memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026